Tembus 16 Kali! Konsistensi Bibit Gratis PRM Kalipancur Perkuat Pangan Warga
NGALIYAN, muhamamadiyahsemarangkota.org— Budaya menanam tanaman pangan kini mulai meredup di tengah masyarakat perkotaan yang semakin sibuk. Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kalipancur mencoba menghidupkan kembali semangat bercocok tanam melalui distribusi bibit gratis di Kampung Aquoponik Kandri Asri pada Selasa (7/4/2026).
Alhasil, kolaborasi bersama Masjid Baitussalam dan Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 4 ini sukses membangkitkan kembali semangat kemandirian pangan keluarga.
Ketua PRM Kalipancur, Supadi, menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memetakan serta menggali potensi masyarakat di bidang pertanian. Pasalnya, menanam bukan sekadar hobi, melainkan pondasi utama sumber energi dan pangan yang sering terlupakan oleh manusia modern.
Kehadiran tim Muhammadiyah untuk pertama kalinya di wilayah ini memberikan warna baru bagi aktivitas sosial masyarakat di sekitar lokasi Aquoponik.
Sinergi Masjid: Menghidupkan Miniatur Ekosistem Masa Depan
Selanjutnya, program distribusi bibit gratis ini terintegrasi dengan kegiatan Masjid Baitussalam yang selama ini dikenal sangat aktif secara sosial. Buktinya, masjid ini memiliki Baitul Mal yang mampu menghimpun dan menyalurkan dana santunan hingga jutaan rupiah setiap bulan. Dampaknya, sinergi ini menciptakan miniatur ekosistem pertanian masa depan yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman secara harmonis.
Syafii, selaku peklaksana program kegiatan Masjid Baitussalam, menyambut baik kerjasama yang terjalin antara masjid dengan organisasi persyarikatan tersebut.
“Semoga terjalin kerjasama yang baik untuk saling bersinergi pada berbagai program kegiatan lainnya di masa depan,” harap Syafii dengan optimis.
Ternyata, konsistensi PRM Kalipancur dalam menjalankan misi sosial ini telah mencapai aksinya yang ke-16 di berbagai wilayah. Dampaknya, pembagian bibit gratis ini memicu gairah warga untuk menyulap lahan sempit menjadi area produktif yang bernilai ekonomis. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran Muhammadiyah mampu memberikan manfaat langsung yang menyentuh kebutuhan harian masyarakat kelas bawah hingga menengah.
Ketahanan Pangan: Mengubah Lahan Sempit Menjadi Dapur Hidup
Kemudian, KWT RW 4 yang dipimpin oleh Heni mulai bergerak aktif memanfaatkan bantuan bibit tersebut untuk menunjang kebutuhan gizi keluarga. Buktinya, ibu-ibu tani ini antusias mempelajari kembali keterampilan menanam tanaman pangan yang sebelumnya sempat mereka tinggalkan.
Dampaknya mulai terasa. Kampung Aquoponik Kandri kini mulai bertransformasi menjadi laboratorium hijau yang menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di sekitarnya.
Selanjutnya Ustadz Misco Silalahi menutup rangkaian acara dengan memberikan tausiah singkat mengenai pentingnya menjaga tali persaudaraan sesama muslim. Ia berpesan agar bantuan ini menjadi sarana penguat ukhuwah serta ladang amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.
Kegiatan ini pun berakhir dengan senyum sumringah para ibu-ibu tani yang membawa pulang harapan baru dalam pot-pot kecil mereka.
Baca Juga :
Dakwah Hijau PRM Kalipancur: Gerakkan Kemandirian Pangan Lokal Melalui Budidaya Bibit Mandiri