Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bukan Cari Fasilitas, Ini Pesan Penting Kepemimpinan yang Tulus di Raker Muhammadiyah

31 Januari 2026, 20:28 WIB 2 menit baca
Sebuah aula pertemuan yang dipenuhi oleh peserta Raker PCM Pedurungan. Di bagian depan terdapat spanduk besar bertuliskan 'Rapat Kerja PCM Pedurungan' dengan logo Muhammadiyah dan Aisyiyah. Terlihat Drs. H. Suparno BM sedang berdiri memberikan arahan di depan para peserta yang duduk rapi di kursi merah mengikuti jalannya acara.
Berkhidmat tanpa pamrih: Sekretaris PDM Kota Semarang, Drs. H. Suparno BM, saat memberikan pengarahan mendalam mengenai pentingnya menata niat dan integritas dalam berorganisasi pada pembukaan Raker PCM Pedurungan (31/01/2026). Beliau menegaskan bahwa jabatan di Muhammadiyah adalah ruang pengabdian untuk kemaslahatan umat, bukan alat untuk mengejar fasilitas pribadi

PEDURUNGAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Melalui pesan yang menyentuh, Drs. H. Suparno BM menekankan dalam Raker Muhammadiyah 2026 bahwa kepemimpinan yang tulus berarti bekerja tanpa mengejar fasilitas atau ambisi pribadi.

Penegasan Sekretaris PDM Kota Semarang ini menjadi ruh utama dalam pembukaan Rapat Kerja (Raker) PCM Pedurungan yang berlangsung di Aula SD Muhammadiyah 08 Pedurungan, Sabtu (31/1).

Suparno mengingatkan para pengurus agar menata kembali niat dalam berkhidmat di persyarikatan. Ia menegaskan bahwa jabatan di Muhammadiyah merupakan ruang pengabdian, bukan alat untuk mencari keuntungan personal.

“Motivasi menjadi pimpinan Muhammadiyah bukan untuk mendapatkan fasilitas, apalagi sekadar menjadi batu loncatan bagi ambisi pribadi.

Program kerja kita harus mengacu pada tujuan besar organisasi agar ada kesinambungan ideologi yang kuat,” tegas Suparno di hadapan para kader yang memadati aula tersebut.

Integritas AUM dan Solusi Akar Rumput

Selain persoalan niat, ia menyoroti pentingnya profesionalisme dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah Semarang. Ia mendorong agar unit usaha tidak hanya fokus pada profit finansial. Menurutnya, AUM memiliki tanggung jawab besar sebagai media syiar Islam yang efektif dan inklusif bagi seluruh lapisan warga.

Maka dari itu, Suparno meminta setiap majelis untuk menyusun program berbasis pemecahan masalah (problem solving). Ia berpendapat bahwa pimpinan harus peka melihat realitas di akar rumput. Dengan demikian, kepemimpinan yang tulus akan menghasilkan solusi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Kaderisasi Keluarga dan Strategi Dakwah Digital

Aspek regenerasi juga menjadi poin krusial dalam arahannya. Ia mendorong para pengurus untuk memperkuat kaderisasi keluarga dengan mengajak anggota rumah tangga aktif di persyarikatan. Langkah ini merupakan fondasi awal untuk melahirkan generasi penerus yang militan dan berintegritas.

Sejalan dengan perkembangan zaman, Suparno juga menekankan pentingnya akselerasi dakwah digital. Ia melihat media sosial dan platform digital sebagai sarana strategis untuk memperluas jangkauan syiar Muhammadiyah di masa depan.

“Kita perlu menjadikan dakwah digital sebagai sarana pengembangan persyarikatan. Namun, transformasi ini harus dibarengi dengan tertib administrasi dan transparansi keuangan sebagai wujud nyata kepemimpinan yang tulus,” pungkasnya.

Melalui agenda Raker Muhammadiyah 2026 yang sukses terselenggara di Aula SD Muhammadiyah 08 Pedurungan ini, PCM Pedurungan berkomitmen untuk terus bergerak solid dalam melayani umat di Kota Semarang.

Baca Juga :

Targetkan Jadi Ranting Unggulan, PRM Pudakpayung Luncurkan Tiga Program Unggulan

Kontributor: Tim Media PCM Pedurungan
Editor: Adib Albari
Bagikan: