Targetkan Jadi Ranting Unggulan, PRM Pudakpayung Luncurkan Tiga Program Unggulan
Ungaran, muhammadiyahsemarangkota.org — Pernahkah Anda membayangkan sebuah pengurus tingkat ranting memiliki lini bisnis yang menggurita mulai dari distributor air mineral hingga biro perjalanan wisata? Fenomena inspiratif ini nyata adanya di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pudakpayung. Pasalnya, dalam Rapat Kerja 2026 yang digelar di Resto Rumah Bamboo Kaligarang, Sabtu (17/01/2026), mereka resmi meluncurkan berbagai program bombastis yang berfokus pada strategi pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua PRM Pudakpayung, H. Nur Sodiq, S.E., menegaskan bahwa komitmen timnya bukan sekadar menjalankan rutinitas organisasi. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi ajang penguatan komitmen untuk mencapai target sebagai Ranting Keunggulan di tahun 2026. “Kita harus bisa bekerja dalam sebuah tim solid demi mencapai tujuan bersama,” ujar sosok penggerak ekonomi ini di hadapan para pengurus dan anak muda milenial.
Dari Air Mineral hingga Biro Wisata
Selanjutnya, laporan program kerja 2025 menunjukkan pencapaian luar biasa di sektor ekonomi. PRM Pudakpayung kini resmi menjadi distributor air mineral SegarMu wilayah Kota Semarang.
Bahkan, pengurus meluncurkan unit bisnis baru berupa Biro Perjalanan Wisata saat momen raker ini. Bisnis ini memanfaatkan potensi armada rental mobil milik anggota sendiri.
“Alhamdulillah, kami sekarang memiliki amal usaha nyata. Kami segera meluncurkan Biro Perjalanan Wisata hasil kolaborasi dengan pimpinan pemilik rental mobil,” tutur Pak Nur Sodiq.
Maka dari itu, diversifikasi usaha ini akan menjadi motor penggerak dana mandiri organisasi. Pengurus ingin mengurangi ketergantungan pada iuran anggota melalui unit bisnis ini.
Filantropi Digital dan Rumah Makan Gratis untuk Ojol
Selain itu, sisi kemanusiaan tetap menjadi prioritas Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS). Program peluncuran “Rumah Almarhum” dan aksi berbagi makan siang gratis bagi ojek online (ojol) sangat mencuri perhatian.
Kemudian, pengurus mendesain program ini secara unik. Mereka mengajak para driver shalat Dzuhur berjamaah di masjid sebelum menikmati hidangan.
Guna mendukung pendanaan, pengurus merangkul milenial untuk mengelola digital fundraising. Sosok inovator ini menjelaskan pentingnya menghadapi tantangan masa depan dengan cara modern.
“Kami ingin memperkenalkan ranting ini hingga luar negeri melalui penggalangan dana digital. Ini tantangan baru bagi anak muda kami,” jelas pemimpin ranting yang progresif tersebut.
Gebrakan Wakaf Kolektif untuk Pusat Dakwah
Akhirnya, pengurus mulai memetakan mimpi besar memiliki markas dakwah sendiri secara matang. Pengurus menginisiasi gerakan “Tabung Wakaf” secara berjamaah meski saat ini masih menempati gedung pinjaman.
Strategi ini mengajak setiap anggota menyisihkan 1 atau 2 juta rupiah secara kolektif. Dana tersebut akan mereka gunakan untuk membeli tanah wakaf guna membangun masjid.
Apresiasi tinggi datang dari Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Suparno BM, M.Si. Perwakilan daerah ini sangat mengagumi langkah berani PRM Pudakpayung.
“Ini kerja yang luar biasa. Biro wisata dan tabungan wakaf akan menjadikan Pudakpayung ranting unggulan mandiri,” puji tokoh pendidikan tersebut.
Ternyata, kemandirian ranting bukan lagi sekadar impian jika manajemen berjalan profesional dan transparan.
Baca Juga :
Belajar dari PRM Unggulan di Desa Krakitan Klaten, Kelola 26 Masjid dan 39 Tanah Wakaf