Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Strategi Dakwah Komunitas, Tiga Pilar Kunci Perkuat Solidaritas Warga

12 Mei 2026, 13:54 WIB 2 menit baca
AM Jumai memberikan ceramah tentang strategi dakwah komunitas di podium acara silaturahmi Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya Semarang.
Ketua LDK PWM Jawa Tengah, AM Jumai, saat memaparkan tiga pilar strategi dakwah komunitas dalam acara silaturahmi warga perantauan Sriwijaya di Hotel Mahima, Semarang.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Komunitas tidak hanya kumpulan orang. AM Jumai menyampaikan bahwa, komunitas merupakan kekuatan sosial yang mampu memperkokoh kapasitas masyarakat. Hal ini menjadi krusial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ketua LDK PWM Jawa Tengah, AM Jumai, membedah tiga pilar utama jamaah, jam’iyyah, dan jariyah sebagai strategi dakwah komunitas untuk memperkokoh kapasitas sosial masyarakat dalam kegiatan silaturahmi di Hotel Mahima, Semarang, beberapa waktu lalu.

“Kekuatan komunitas dapat dibangun melalui tiga pilar utama, yakni jamaah sebagai kekuatan anggota, jam’iyyah sebagai organisasi atau simpul komunitas, serta jariyah sebagai hasil nyata dari kerja bersama,” ujar AM Jumai saat memberikan ceramah di hadapan Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya Semarang.

Tiga Pilar Strategi Dakwah Komunitas

Pilar-pilar tersebut menjadi landasan utama LDK PWM Jawa Tengah dalam membina masyarakat. AM Jumai menilai nilai-nilai tersebut sangat penting untuk menjaga harmoni sosial. Solidaritas antarwarga akan semakin kuat jika organisasi (jam’iyyah) mampu mengelola anggota (jamaah) dengan baik.

Efek nyata dari kolaborasi ini adalah munculnya ‘jariyah’ atau manfaat luas bagi publik. Pemberdayaan masyarakat tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya sinergi antara struktur organisasi dan aksi nyata di lapangan.

“Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk menjaga harmoni sosial dan memperkuat solidaritas antarwarga,” tegas tokoh yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PDM Kota Semarang tersebut.

Implementasi pada Sektor Ekonomi

Ketua Ikatan Keluarga Besar Sriwijaya Semarang, Dr. Junaidi, mengamini pandangan tersebut. Ia membuktikan bahwa kebersamaan warga perantauan telah membuahkan hasil nyata pada sektor ekonomi. Kolaborasi usaha, termasuk pengembangan bisnis pempek Palembang, menjadi bukti konkret pilar jariyah di Kota Semarang.

AM Jumai terus mendorong agar model pemberdayaan ini terus berkembang. Baginya, Semarang adalah contoh sukses kota harmoni yang mampu menjaga keragaman budaya, etnis, dan suku secara kondusif. Melalui strategi dakwah komunitas yang tepat, keragaman ini justru menjadi modal sosial yang tak ternilai.

Kontributor: MPI PDM Kota Semarang
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: