Strategi Manasik Haji Gelombang 2: Simulasi Haji Donohudan yang Mirip Tanah Suci
BOYOLALI, muhammadiyahsemarangkota.org – Suasana penuh haru mewarnai Simulasi Haji Donohudan saat ratusan jemaah mengikuti alur Manasik Haji gelombang 2. Kegiatan ini mencakup tata cara niat di atas pesawat (bus) hingga edukasi fikih kontemporer yang mendalam bagi para calon tamu Allah.
KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang menyelenggarakan praktik lapangan ini pada 10–11/26. Sebanyak 353 jemaah calon haji berkumpul di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Mereka menjalani seluruh prosesi ibadah seperti berada di tanah suci yang sesungguhnya.
Ketua KBIHU Kota Semarang, Drs. Mursyid, menjelaskan bahwa pemilihan skema Manasik Haji gelombang 2 sangat krusial. Strategi ini melatih jemaah agar paham rute perjalanan langsung dari Tanah Air menuju Mekah. Oleh karena itu, jemaah sudah memakai pakaian ihram sejak berangkat dari kantor PWM Jawa Tengah.
“Kami menyimulasikan bus sebagai pesawat. Saat bus melintasi wilayah Yalamlam, pembimbing memandu jemaah untuk mengambil niat umroh,” ujar Mursyid pada Sabtu (10/1). Selain itu, pembimbing juga mengajarkan cara haji mandiri, seperti praktik tayamum dan salat di kursi kendaraan.
Mewujudkan Haji Ramah Lansia 2026
Selanjutnya, panitia menekankan semangat Haji Ramah Lansia 2026. Panitia sejak awal mendeteksi jemaah yang membutuhkan kursi roda atau pendampingan khusus. Menariknya, para relawan dari sesama jemaah turut membantu lansia dengan penuh kesabaran.
Mursyid menambahkan bahwa kemandirian menjadi kunci keberhasilan ibadah. Meskipun begitu, rasa saling menolong tetap harus tumbuh di dalam kelompok. Hal ini terbukti saat simulasi wukuf di Edutorium UMS yang mendadak turun hujan lebat. Panitia langsung mengarahkan jemaah untuk mempraktikkan skema Murur di Muzdalifah secara sigap.
Pelayanan Panitia Mendapat Apresiasi
Di sisi lain, jemaah merasa sangat puas dengan pelayanan yang diberikan. Nanik, salah satu peserta, memberikan testimoni positif terhadap kinerja tim bimbingan. Menurutnya, panitia sangat responsif dan ramah dalam melayani kebutuhan jemaah.
“Panitia KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang benar-benar gercep. Saya merasa aman karena pelayanan mereka sangat terpercaya dan mengutamakan jemaah,” ungkap Nanik dengan antusias.
Seluruh jemaah menjalani simulasi lempar jumroh hingga tawaf wada. Setelah kegiatan ini usai, KBIHU akan melanjutkan pendalaman materi dalam regu kecil selama bulan Ramadan. Tujuannya agar persiapan fisik dan mental jemaah semakin matang sebelum keberangkatan resmi nanti.
Baca juga :
Haji Ramah Lansia: KOKAM Amankan Simulasi Ibadah Haji Lansia di Boyolali