Satu Kloter Satu Hotel, Alumni Haji SOC 28 Semarang Gelar Syukuran Perdana!
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Ratusan alumni jemaah haji KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang memadati Rumah Dinas Wali Kota Semarang pada Ahad (26/7/2026). Sebanyak 250 alumni bersama petugas menggelar tasyakuran bertajuk Merawat Kemabruran Menjaga Kemuliaan.
Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Azna Izzatul Husna. Seluruh hadirin kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Muhammadiyah Sang Surya.
Ketua Alumni Haji SOC 28 Tahun 2026, Taufiq Annas, S.Sn., M.M., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran ibadah. Taufiq menjelaskan bahwa kode SOC menandai keberangkatan jemaah melalui embarkasi Solo.
“Pagi ini kami mengadakan tasyakuran perdana setelah menunaikan ibadah haji. Kami mengucapkan terima kasih kepada KBIHU Muhammadiyah yang telah membimbing jemaah sejak persiapan hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kota Semarang atas dukungannya,” ungkap Taufiq.
Fasilitas Hotel Satu Kloter dan Semangat Gotong Royong Jemaah
Lebih lanjut, Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., mengapresiasi tinggi kualitas pelayanan haji tahun 2026. Fachrur Rozi menilai regulasi Arab Saudi kini jauh lebih terbuka. Pelayanan kepada para jemaah juga mengalami peningkatan sangat signifikan.
Maka dari itu, pelaksanaan haji tahun ini memberikan pengalaman baru yang lebih nyaman. Seluruh jemaah dalam satu kloter kini bisa menempati bangunan hotel yang sama. Skema ini memudahkan koordinasi serta penggunaan musala secara mandiri tanpa harus berbagi dengan jemaah negara lain.
“Haji tahun 2026 merupakan haji terbaik sepanjang masa. Regulasi Arab Saudi semakin terbuka dan pelayanan kepada jemaah sangat luar biasa. Jemaah yang sehat juga dengan sukarela membantu mendorong kursi roda bagi jemaah lansia maupun yang sakit,” urai Fachrur Rozi.
Bentuk Majelis Taklim Alumni Demi Merawat Kemabruran Haji
Sementara itu, Fachrur Rozi juga menjelaskan skema biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Total biaya haji mencapai sekitar Rp100 juta per jemaah. Pengelolaan dana oleh BPKH membantu menyubsidi sebagian besar biaya tersebut.
Alhasil, pihak KBIHU Muhammadiyah langsung menyiapkan langkah strategis pasca-kepulangan jemaah. Pengurus resmi membentuk Majelis Taklim Alumni Jamaah Haji. Wadah ini berfokus pada pembinaan keagamaan secara berkelanjutan bagi seluruh alumni.
“Kalau selama di Makkah koordinator mengoordinasikan kebutuhan makan jemaah, maka setelah pulang ke tanah air tugas kita adalah mengoordinasikan pengajian dan pembinaan agar merawat kemabruran haji tetap terjaga,” tegas Fachrur Rozi.
Kemeriahan tasyakuran kian terasa saat panitia membagikan door prize unik bagi jemaah yang membawa pernak-pernik haji terbanyak. Oleh sebab itu, pembentukan majelis alumni ini menjadi komitmen nyata KBIHU Muhammadiyah Semarang dalam merawat kemabruran haji secara konsisten.