Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Niatnya Hanya Kabari Keluarga, Ketua MPI Kaget Video Jemaah Haji Muhammadiyah Ini Tuai Simpati Netizen

13 Mei 2026, 11:10 WIB • 4 menit baca
Tangkapan layar unggahan Instagram Reel akun @muhammadiyahkotasemarang yang viral tentang kisah di balik jemaah haji Muhammadiyah tolak sewa kursi roda berbayar di Makkah.
MAKKAH – Tampilan tangkapan layar unggahan di akun Instagram @muhammadiyahkotasemarang yang menampilkan tajuk berita tentang aksi simpati jemaah haji Muhammadiyah SOC 2 SOC Semarang menolak sewa kursi roda berbayar saat umrah wajib. Unggahan ini menuai simpati masif netizen. (Foto: Tangkapan Layar Instagram/MPI)

MAKKAH, muhammadiyahsemarangkota.org– Layar gawai di ruang redaksi menangkap pergerakan interaksi yang tak biasa. Angka penonton sebuah tayangan singkat tentang aktivitas jemaah haji Muhammadiyah di Instagram terus merangkak naik secara signifikan. Fenomena ini menyisakan kebingungan sekaligus rasa haru bagi pengelola media persyarikatan.

Padahal, niat awalnya sangat sederhana untuk sekadar memberikan laporan pandangan mata. Tujuannya agar keluarga di Tanah Air bisa tenang melihat kondisi orang tuanya. Namun, respons hangat publik terhadap unggahan kabar haji tersebut ternyata jauh melampaui rencana awal.

Kejutan Interaksi di Media Sosial

Rasa simpati itu mengalir tulus di jagat maya. Berdasarkan pantauan terkini seputar info haji, tim MPI mengunggah tayangan video pendek ini melalui akun Instagram resmi @muhammadiyahkotasemarang. Tayangan tersebut (klik di sini) telah menembus lebih dari puluhan ribu penonton. Tak hanya itu, banyak pula komentar yang menyiratkan rasa haru dan dukungan terus menghiasi kolom interaksi.

Fenomena ini praktis membuat jajaran pengelola media internal persyarikatan terperanjat. Tayangan berdurasi singkat seputar ibadah haji 2026 tersebut sejatinya sama sekali tidak dirancang untuk memancing keriuhan. Tim redaksi juga tidak menargetkan unggahan itu untuk mengejar viralitas.

Menanggapi besarnya atensi yang tak terduga ini, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Hadi Santoso, memberikan tanggapannya. Pria asal Wonogiri ini mengaku sangat terkejut melihat lonjakan penonton.

“Jujur, kami tidak mengira akan mendapatkan apresiasi dan atensi sebesar ini dari netizen,” ungkap Hadi, Rabu (13/5/2026). Ia menyampaikan pernyataan tersebut dengan nada keheranan yang sarat akan rasa syukur.

Niat Sederhana Sebagai Penyambung Informasi

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa publikasi tersebut murni bermula dari komitmen pelayanan. Pihaknya mengunggah video itu semata-mata sebagai bentuk eksekusi tugas MPI untuk menyambung tali informasi. Target utamanya pun sangat spesifik untuk menyajikan kabar terkini dan terlengkap jemaah haji Muhammadiyah kloter 28 SOC Semarang setiap harinya.

Agar keluarga jemaah di tanah air merasa tenang, MPI rutin menyebar laporan melalui web muhammadiyahsemarangkota.org serta akun media sosial.

Namun demikian, realita di layar kaca rupanya melampaui ekspektasi tim redaksi. Publik luas justru ikut tersentuh oleh kekuatan cerita di balik visual sederhana tersebut. Cerita utamanya adalah keputusan rombongan menolak jasa kursi roda komersial Makkah saat prosesi ibadah umrah wajib.

Menolak Jasa Komersial demi Kualitas Ibadah

Seorang jemaah haji Muhammadiyah Semarang berusia muda dengan kain ihram sedang mendorong seorang jemaah lansia di kursi roda di Masjidil Haram, Makkah.
MAKKAH – Tanpa lelah, seorang anggota jemaah haji Muhammadiyah SOC 28 Semarang dengan sigap mendorong jemaah lansia di kursi roda di pelataran Masjidil Haram untuk menunaikan umrah wajib. Aksi menolak jasa kursi roda komersial ini viral dan menuai pujian netizen. (Foto: Dok. KBIHU Muhammadiyah Semarang)

Sebagaimana rekam jejak berita haji sebelumnya, rombongan mengambil langkah strategis ini demi menjaga kualitas ibadah para lansia. Mereka enggan menggunakan jasa pekerja komersial yang kerap tergesa-gesa sehingga mengurangi kekhusyukan. Sebagai gantinya, puluhan jemaah yang lebih bugar justru berebut mengambil alih kendali roda pendorong.

Momen membanggakan yang dipimpin olehTim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 28 SOC,  Ustadz Drs. H. Nurbini, M.Si. inilah yang terekam lensa. Sedikitnya 40 anggota jemaah saling bergantian mendorong 20 kursi roda para sesepuh mengelilingi Ka’bah.

Pada akhirnya, atensi netizen ini disikapi sebagai sebuah kebaikan dakwah digital. Walaupun awalnya hanya berniat memberikan update harian seputar haji ramah lansia, Hadi Santoso memendam asa yang lebih besar. Pihaknya merasa bahagia jika upaya menyebar konten tersebut mampu memberikan inspirasi. Harapannya, tayangan itu menginspirasi jemaah haji Muhammadiyah maupun jemaah Indonesia lainnya di Tanah Suci untuk terus menghidupkan rasa empati.

Di tengah ribuan manusia yang sibuk mengejar kesempurnaan ritual di Makkah, video sederhana ini menjadi oase penyejuk kalbu. Aksi tulus ini mengingatkan kita bahwa kemabruran bukan sekadar catatan individual di atas sajadah. Lebih dari itu, haji yang mabrur sejatinya memancar dari keringat ketulusan jemaah haji Muhammadiyah. Para jemaah mewujudkan ketulusan ini melalui tekad untuk tetap merawat dan menopang saudara yang tak lagi mampu melangkah cepat.

Pantau terus laporan terkini dan terlengkap setiap hari, kabar jemaah haji Muhammadiyah Kloter 28 SOC Semarang, langsung dari Tanah Suci. Hanya di Muhammadiyahsemarangkota.org

Kontributor: TIm MPI PDM Kota Semarang
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: