Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Lembaga Pelayanan Husnul Khatimah (LPHKh) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Semarang bersama Majelis Tarjih Muhammadiyah Kota Semarang, membekali Pimpinan Cabang Aisyiyah dan Muhammadiyah se-Kota Semarang dalam Pelatihan Perawatan Jenazah pada Sabtu (17/5) di Aula Lantai 5 Masjid RS. Roemani Muhammadiyah Semarang.

Pelatihan ini bukan sekadar transfer keterampilan teknis, melainkan penguatan kapasitas para pemimpin di tingkat akar rumput dalam aspek ideologis, fikih, praktis, hingga etika terkait pelayanan akhir kehidupan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian bakti LPHKh yang telah 22 tahun mengabdi.

Menurut Ketua PD Aisyiyah Kota Semarang, Hj. Aminah Kurniasih, M.Pd., dipilihnya pimpinan cabang sebagai peserta utama adalah langkah strategis yang diharapkan dapat mencetak relawan dan peningkatan kader.

“Pimpinan Cabang merupakan ujung tombak pergerakan di masyarakat, dengan membekali para pimpinan cabang, kami berharap dapat menjadi pionir dan fasilitator di wilayah masing-masing, memastikan setiap warga mendapatkan hak perawatan jenazah yang sesuai tuntunan syariat dan penuh kehormatan,” ujar beliau.

Sebelumnya, Ketua LPHKh, Hj. Djoehroetoen Mulanto, juga mengatakan bahwa karena letaknya lebih dekat ke masyarakat, peranan Pimpinan Cabang dan Ranting ini menjadi cara ampuh & efektif memberikan pelayanan, ketika ada anggota atau tetangga yang terkena musibah atau saat membutuhkan bantuan perawatan dari LPHKh.

Para peserta nampak cukup antusias dalam mengikuti setiap sesi pelatihan yang diselenggarakan Lembaga Pelayanan Husnul Khatimah (LPHKh) PDA Kota Semarang


Menggabungkan Fikih dan Praktik Modern

Pelatihan yang berlangsung sehari ini menghadirkan materi yang menarik dan padat. Peserta mendapatkan materi Penguatan Ideologi Muhammadiyah-Aisyiyah oleh Dra. Hj. Nur Badriyah, menekankan pentingnya pelayanan husnul khatimah sebagai perwujudan ikhlas dan khidmat, dan berlandaskan penguatan aqidah. Materi inti dari Majelis Tarjih Muhammadiyah Kota Semarang memaparkan panduan fikih yang kokoh mengenai prosesi jenazah, memastikan setiap langkah berlandaskan tarjih, oleh H. Kholid Winandar. Terakhir materi dari kerohanian RS Roemani, oleh H. Sarmadi Jasri, S.Ag.

Aspek praktis perawatan jenazah diajarkan dengan detail, termasuk tata cara memandikan, mengkafani, dan men-sholatkan. Yang menarik, pelatihan praktik ini secara khusus menekankan pentingnya memperhatikan resiko nosokomial, yaitu potensi penularan infeksi di lingkungan pelayanan.

Sebagai penyesuaian penting dengan kondisi kesehatan modern, narasumber menyampaikan protokol kebersihan dan penggunaan alat pelindung diri (APD) demi menjaga keamanan baik bagi pelayan maupun lingkungan.

Selain itu, para perwakilan pimpinan cabang juga dibekali materi tentang etika takziah.

“Merawat jenazah tidak berhenti pada proses fisik. Mendampingi keluarga yang berduka dengan adab dan nasihat yang baik adalah bagian tak terpisahkan dari pelayanan husnul khatimah. Ini tentang memberikan dukungan moril dan spiritual,” jelas Kholid Winandar dari Majelis Tarjih PDM Kota Semarang.

Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, para perwakilan pimpinan cabang Aisyiyah dan Muhammadiyah se-Kota Semarang memiliki kapasitas dan kepercayaan diri untuk mengelola pelayanan perawatan jenazah di tingkat cabang atau ranting masing-masing. Sehingga dapat mempermudah akses masyarakat, sekaligus memastikan pelaksanaannya sesuai dengan ajaran Islam yang benar dan higienis, berlandaskan ideologi pergerakan.



Kontributor : Yaskur Hisyam
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara