Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Sekretaris PWA Jawa Tengah, Dr. Siti Aminah S.TP. M.Si., menjadi narasumber dalam pelatihan mubalighat Aisyiyah yang diikuti oleh peserta dari Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Semarang dan perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah se-Kota Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Siti Aminah menyampaikan materi tentang penguatan ketablighan Aisyiyah.

“Istilah tabligh memiliki arti menyampaikan atau memberitahukan. Secara istilah, tabligh adalah menyampaikan ajaran Islam yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah dengan tujuan memperbaiki kehidupan umat manusia.” Kata Siti Aminah.

Penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep tabligh dan pentingnya dalam menjalankan dakwah Islam. Dengan memahami arti dan tujuan tabligh, diharapkan para mubalighat dapat menjadi lebih efektif dalam menyampaikan pesan Islam kepada masyarakat.



Aktivitas Tabligh Dakwah Muhammadiyah

Siti Aminah dalam sesi tersebut juga menjelaskan bahwa aktivitas tabligh dakwah Muhammadiyah berlandaskan pada prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

“Gerakan ini bertujuan untuk mengajak umat manusia melakukan kebaikan dan mencegah kemungkaran, serta memperbaiki kehidupan masyarakat dengan nilai-nilai Islam,” jelasnya.

Dengan menjalankan aktivitas tabligh dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Muhammadiyah berkomitmen untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan berakhlak mulia. Gerakan ini menjadi salah satu pilar penting dalam upaya Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas hidup umat manusia.



Sifat Rasulullah SAW, Contoh bagi Umat Islam

Siti Aminah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki sifat-sifat mulia yang patut dijadikan contoh bagi umat Islam. Sifat-sifat tersebut antara lain sidiq (benar), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathonah (cerdas).

Siti Aminah menekankan pentingnya itiba’ (mengikuti) kepada Rasulullah SAW dan mengimplementasikan sifat-sifat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengikuti contoh Rasulullah SAW, umat Islam dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjadi lebih baik dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Sekretaris PWA Jawa Tengah, Dr. Siti Aminah S.TP. M.Si. ketika memaparkan materi tentang penguatan ketablighan Aisyiyah


Respons Muhammadiyah terhadap Tantangan Zaman

Siti Aminah juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah melakukan berbagai respons terhadap tantangan zaman. Salah satunya adalah dengan menawarkan cara pandang yang lebih rasional melalui Jawaisme, yang melakukan rasionalisasi dan demistifikasi atas faham-faham keagamaan yang berbaur dengan tradisi yang berpotensi mendistorsi fungsi agama.

Selain itu, Muhammadiyah juga merespons dengan sikap pro-aktif dalam berdakwah melalui tradisionalisme, serta menerapkan modernisme dengan pendirian sekolah, kepanduan, dan voluntary association. Upaya-upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup umat Islam dan masyarakat secara umum.

“Dengan respons-respons tersebut, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman sambil tetap menjaga nilai-nilai Islam yang mendasar,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, “Muhammadiyah memiliki pandangan yang jelas tentang kehidupan manusia di muka bumi, cita-cita yang ingin diwujudkan, dan cara-cara yang dipergunakan untuk mewujudkannya. Pandangan ini tertuang dalam 7 pokok pikiran Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM).”

Menurut pandangan ini, hidup manusia harus berdasarkan tauhid, bertuhan, beribadah, dan tunduk serta taat kepada Allah SWT. Selain itu, hidup manusia juga bermasyarakat dan harus diatur dengan hukum Allah SWT untuk membentuk pribadi utama dan ketertiban hidup bersama.

“Muhammadiyah juga berjuang untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam dengan berpegang pada prinsip ittiba’ (mengikuti) perjuangan para nabi, terutama Nabi Muhammad SAW. Perjuangan ini hanya dapat dilaksanakan dengan berorganisasi dan bertujuan untuk terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT, yaitu masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” terangnya.

Dengan berpegang pada 7 Pokok Pikiran MADM ini, Muhammadiyah berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang lebih baik dan berakhlak mulia.



Peran Aisyiyah, Menguatkan Keluarga dan Membina Masyarakat melalui Dakwah

Aisyiyah, sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, memiliki mandat dakwah yang penting dalam menguatkan keluarga dan membina masyarakat. Melalui tabligh dakwah, Aisyiyah menjadi ciri perempuan berkemajuan yang berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup umat Islam.

Sebagai organisasi perempuan Islam dari Persyarikatan Muhammadiyah, Aisyiyah merupakan gerakan Islam yang berasaskan pada Al-Quran dan As-Sunnah. Aisyiyah berkomitmen untuk menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup masyarakat.

Dengan peranannya yang strategis, Aisyiyah menjadi salah satu pilar penting dalam upaya Muhammadiyah untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan berakhlak mulia. Melalui dakwah dan kegiatan-kegiatan lainnya, Aisyiyah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup umat Islam dan masyarakat secara umum.



Kontributor : Riki Apriyanto & Muhammad Alif
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara