MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, SEMARANG – Dalam rangka memeriahkan kegiatan festival pendamping beras kota Semarang menuju daulat pangan yang diselenggarakan oleh Pemerintah kota Semarang pada hari Ahad (12/11), maka Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kota Semarang ikut mensukseskan acara tersebut dengan membuka stand pameran yang berlokasi di lapangan pancasila simpanglima kota Semarang.
Walikota Semarang, Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu M.Sos. mengatakan bahwa untuk kegiatan festival pendamping beras kota Semarang kali ini mengusung tema “Pisang Legi” yang merupakan kepanjangan dari promosi pangan lokal enak dan bergizi serta mempunyai slogan “Kenyang Gak Harus Makan Beras”. Makna dari “Pisang Legi” tersebut adalah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pangan lokal pendamping beras menjadi makanan yang enak dan bergizi dalam menu sehari-hari.
Ketua PDA kota Semarang, Aminah Kurniasih M.Pd. mengatakan bahwa selama penyelenggaraan stand pameran terdapat berbagai macam makanan yang disediakan sebanyak 150 buah yang akan dibagikan secara gratis. Terdapat pula minuman wedang telang yang merupakan khas dari PDA kota Semarang. Lebih lanjut ada beberapa hal yang melatarbelakangi Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kota Semarang mengusung tema “Aisyiyah Kota Semarang Menuju Daulat Pangan” antara lain didasari pada pemenuhan kebutuhan pangan ditekankan pada aspek kuantitas dan kualitas termasuk keragaman pangan dan keseimbangan gizi. Selain itu juga penganekaragaman konsumsi pangan merupakan upaya untuk membudayakan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dalam jumlah dan komposisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi guna “Hidup Sehat Aktif dan Produktif”. Hal itu didasari pada ketergantungan masyarakat kepada jenis bahan pangan tertentu ditunjukkan oleh tingginya konsumsi beras dan naiknya konsumsi terigu dari waktu ke waktu sehingga menyebabkan beratnya ketersediaan dan memicu gejola harga, dan di sisi lain ancaman kesehatan karena konsumsi pangan yang tidak seimbang. Oleh karena itu perlu upaya-upaya menggali potensi dan memanfaatkan berbagai jenis bahan pangan lokal yang banyak tersedia di sekitar kita. Berbagai macam umbi-umbian (singkong, talas, ubi , kentang) , jagung, sukun dan pisang merupakan bahan pangan lokal yang bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat.
Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara