Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Cuma Sebulan! Lakukan Amalan Penting Ini Agar Puasa Ramadan Makin Berkah

25 Januari 2026, 21:02 WIB 3 menit baca
Foto suasana pengajian di dalam masjid dengan narasumber Ust. H. Agus Supriyadi duduk di meja hijau berseragam batik hijau, berbicara di depan spanduk kuning besar bertuliskan 'Pengajian Ahad Pagi PCM Gayamsari'. Beberapa jamaah laki-laki duduk bersila di atas lantai keramik sambil menyimak materi.
Mempersiapkan fisik dan ruhani: Ust. H. Agus Supriyadi saat memberikan materi tentang rahasia bulan Sya'ban sebagai persiapan menyambut Ramadan dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Taqwa Al Mukarromah, Gayamsari (25/01/2026). Beliau menekankan pentingnya introspeksi diri dan memperbanyak amal saleh sebelum hilal Ramadan terlihat.

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Banyak orang seringkali menganggap bulan Sya’ban hanya sebagai waktu tunggu biasa menuju bulan suci. Buktinya, bulan ini justru menyimpan rahasia besar untuk menentukan seberapa sukses ibadah kita saat puasa nanti. Masjid Taqwa Al Mukarromah, Gayamsari, Kota Semarang, mengupas tuntas fenomena ini dalam Kajian Ahad Pagi yang berlangsung sangat hangat, Minggu (25/01/2026).

Ust. H. Agus Supriyadi selaku narasumber menekankan bahwa persiapan menyambut Ramadan harus dimulai dari sekarang, bukan saat hilal terlihat. Pasalnya, bulan Sya’ban merupakan waktu pengangkatan amal manusia secara tahunan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, momen ini menjadi kesempatan emas untuk melakukan introspeksi diri sebelum memasuki gerbang bulan yang paling mulia.

Melatih Fisik dan Ruhani Lewat Puasa Sunnah

Selanjutnya, sang ustaz menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ memberikan perhatian yang sangat luar biasa pada bulan ini. Bahkan, narasumber menyebut Sya’ban sebagai bulan dengan frekuensi puasa sunnah terbanyak setelah Ramadan.

Tujuannya jelas, yakni agar fisik dan mental seorang muslim sudah terlatih secara matang sebelum menjalankan kewajiban puasa selama sebulan penuh.

Mengenai urgensi latihan ini, tokoh agama tersebut memberikan sebuah analogi yang sangat menarik.

“Rasulullah ﷺ ingin kita siap secara fisik dan ruhani. Para sahabat bahkan sudah mulai menunaikan zakat dan memperbanyak amal agar saat Ramadan tiba, mereka tinggal tancap gas beribadah,” tutur Ust. Agus di hadapan para jamaah.

Alhasil, persiapan yang terencana sejak dini akan membuat kualitas ibadah kita jauh lebih maksimal dan bermakna.

Bulan Shalawat dan Sejarah Perubahan Arah Kiblat

Selain itu, ada fakta sejarah luar biasa yang terjadi pada bulan Sya’ban yang mungkin jarang orang sadari.

Ternyata, peristiwa besar pemindahan arah kiblat dari Baitul Maqdis menuju Ka’bah di Masjidil Haram terjadi pada bulan mulia ini.

Dampaknya, peristiwa tersebut bukan sekadar perpindahan arah shalat, melainkan simbol ketaatan total umat Islam terhadap perintah Allah SWT.

Narasumber juga menyebut Sya’ban sebagai Syahrus Shalawat atau bulannya bershalawat. Sesuai tuntunan Surah Al-Ahzab ayat 56, umat Islam mendapatkan anjuran kuat untuk terus mendoakan Rasulullah ﷺ sebagai wujud cinta.

Maka dari itu, memperbanyak shalawat dan istighfar di bulan ini merupakan cara terbaik untuk membasuh hati agar lebih bersih dan tenang.

Momentum Nisfu Sya’ban untuk Introspeksi Total

Kemudian, jamaah mendapatkan pengingat penting mengenai malam Nisfu Sya’ban sebagai puncak introspeksi diri. Sebab, bulan ini berada di antara dua bulan hebat, yakni Rajab dan Ramadan, sehingga banyak orang cenderung melalaikannya.

Ternyata, justru di waktu yang orang abaikan inilah, nilai sebuah ketaatan menjadi sangat tinggi di mata Allah SWT.

Sejauh ini, kesadaran jamaah tampak meningkat untuk segera menata kembali jadwal amal saleh mereka sebelum waktu habis.
Mari, kita manfaatkan sisa waktu di bulan Sya’ban ini dengan memperbanyak amal kebaikan agar kita benar-benar siap memanen berkah di bulan Ramadan nanti.

Baca Juga :

Ramadan Sebentar Lagi, Rahasia Perkuat Iman Sejak Bulan Sya’ban

Menghidupkan Amalan Bulan Sya’ban

Kontributor: Tim Media Masjid Taqwa Al Mukarromah
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: