Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Saat Harta Tak Lagi Cukup, Inilah Cara Menenangkan Hati yang Paling Hakiki

15 Mei 2026, 12:40 WIB 3 menit baca
Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag. memberikan kajian Maqoshidusy Syariah tentang cara menenangkan hati di Masjid Al Kautsar Wonolopo.
Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag. saat menyampaikan materi Kajibah mengenai pentingnya menjaga fitrah jiwa dan ketenangan hati di Masjid Al Kautsar Wonolopo, Semarang, Jumat (15/5/2026).

MIJEN, muhammadiyahsemarangkota.org Angin pagi di Wonolopo berembus pelan pada Jumat (15/05/26). Hawa sejuk itu membawa aroma tanah basah masuk ke sela-sela jendela Masjid Al Kautsar. Di sana, deretan jamaah duduk bersimpuh untuk mencari jawaban atas satu tanya besar. Mereka merenungkan mengapa ketenangan terasa kian mahal untuk dibeli di tengah hiruk-pikuk dunia.

Beruntung, sebuah pesan mengalir lembut tentang bagaimana syariat hadir sebagai cara menenangkan hati yang sejati. Suasana di dalam masjid terasa begitu teduh dan menenangkan jiwa. Di hadapan jamaah, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., mengurai kegelisahan yang sering menghantui manusia modern. Ia menyoroti fenomena pengejaran materi yang seolah tidak pernah menemui ujungnya.

Memahami Bahwa Maqoshidusy Syariah Adalah Kunci Kedamaian

Oleh karena itu, Ia mengingatkan bahwa beban hidup sering kali bukan datang dari apa yang kita miliki. Sebaliknya, masalah muncul dari cara kita menyikapi setiap titipan tersebut. Sering kali, manusia terjebak dalam paradoks kemakmuran yang tampak indah namun semu. Seiring bertambahnya angka di rekening, tak jarang kecemasan justru ikut tumbuh membesar.

“Hidup jadi tenang karena Allah, semakin kaya semakin banyak masalahnya,” ungkapnya dengan nada yang lembut namun berwibawa. Pesan ini seolah menjadi oase bagi mereka yang sedang mencari cara menenangkan hati. Terutama bagi mereka yang merasa terhimpit oleh tuntutan ekonomi yang kian berat setiap harinya.

Selain itu, Ia menegaskan bahwa agama tidak pernah hadir untuk menjerat manusia dalam aturan yang kaku. Islam justru menawarkan jalan keluar yang memudahkan kehidupan penganutnya. Melalui pemahaman tentang Maqoshidusy Syariah adalah kunci untuk menemukan harmoni hidup. Ia menjelaskan bahwa setiap aturan Tuhan sejatinya berpijak pada tujuan tunggal bagi kemaslahatan manusia.

Mengatasi Kegelisahan Hidup dengan Prinsip Kemudahan

Ketua PDM Kota Semarang ini kemudian memberikan perumpamaan yang sangat membumi tentang ibadah. Ia mencontohkan ibadah haji yang hanya menjadi kewajiban bagi mereka yang mampu secara finansial. “Beragama itu sebenarnya tidak sulit atau gampang,” tegasnya meyakinkan jamaah. Prinsip kemudahan ini membuktikan bahwa syariah merupakan jalan Islam untuk mencari kedamaian.

Selanjutnya, Ia menjelaskan bahwa ketenangan sejati berakar pada kepasrahan kepada Sang Pencipta. Allah telah mengatur rezeki setiap makhluk-Nya dengan sangat presisi. Dengan menjaga lima prinsip dasar syariah, seseorang bisa mengatasi kegelisahan hidup secara sistematis. Kelima prinsip tersebut meliputi perlindungan terhadap agama, harta, akal, keturunan, hingga kesehatan jiwa.

Tips Hidup Tenang Menurut Islam: Kembali ke Fitrah

Tak hanya itu, Ia berpesan agar setiap orang segera kembali pada fitrah kemanusiaannya. Kita harus mewariskan nilai-nilai religius tersebut kepada generasi mendatang agar mereka tidak kehilangan arah. Sebab, dalam kondisi terjepit sekalipun, syariah tetap menyediakan ruang fleksibilitas yang luar biasa. Contohnya, sesuatu yang haram bisa menjadi halal dalam keadaan darurat yang mendesak.

Akhirnya, tips hidup tenang menurut Islam ini mengajarkan kita untuk tidak bersikap berlebih-lebihan. Kita harus tetap teguh memegang prinsip kebaikan di atas segala kepentingan duniawi. Sebab, kedamaian bukanlah tentang seberapa banyak harta yang kita genggam erat. Kedamaian adalah tentang seberapa luas dada kita untuk menerima setiap ketetapan-Nya.

Saat dunia terasa menyesakkan, ingatlah kembali bahwa cara menenangkan hati paling ampuh adalah kesadaran akan kehadiran Tuhan. Kita tidak pernah berjalan sendirian di muka bumi ini. Ada Allah yang senantiah menjamin setiap helaan napas hamba-Nya dengan penuh kasih sayang.

Kontributor: MPI PCM Mijen
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: