Tolak Sekat Eksklusif, Pengurus Tegaskan Masjid Muhammadiyah Terbuka untuk Seluruh Umat
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Tempat ibadah umat Islam sejatinya merupakan pusat peradaban yang merangkul semua golongan masyarakat tanpa memandang latar belakang organisasi. Fasilitas keagamaan tidak boleh menjadi milik eksklusif komunitas tertentu saja. Prinsip keterbukaan yang penuh kedamaian inilah yang bergaung keras dalam agenda Pengajian Akbar di Masjid At-Taqwa Petompon, Gajahmungkur, Semarang pada Ahad (21/6/2026) hari ini. Pengurus takmir secara lantang menyatakan bahwa masjid Muhammadiyah terbuka bagi siapa saja.
Pernyataan tegas mengenai penolakan sekat eksklusif ini seketika memicu respons positif dari ratusan jemaah yang hadir. Acara menyambut Muharram 1448 Hijriah tersebut sengaja dirancang ramah untuk masyarakat umum. Jajaran pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang juga mengawal langsung jalannya agenda inklusif ini. Selain itu, kehadiran tokoh-tokoh pimpinan cabang hingga ranting organisasi semakin memperkuat pesan persatuan umat.
Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Petompon, Prof. Dr. Drs. H. Rozihan, S.H., M.Ag., menggarisbawahi pentingnya fungsi masjid sebagai pembawa rahmat bagi semesta. Rozihan memastikan tidak akan ada praktik pembatasan jemaah yang ingin datang beribadah. Manajemen masjid berkomitmen penuh untuk memfasilitasi seluruh aktivitas sosial dan spiritual warga tanpa membeda-bedakan sekat golongan.
“Masjid tidak ada eksklusivisme. Sekalipun masjid ini adalah Masjid Muhammadiyah, maka tidak ada eksklusivisme bahwa orang selain Muhammadiyah tidak boleh beribadah di sini. Ini adalah siapa saja, silakan terbuka untuk umum masjid ini, bukan untuk umat Muhammadiyah saja. Karena masjid itu sesungguhnya, sekalipun dibangun oleh Muhammadiyah, tapi kepentingannya adalah untuk menampung seluruh aktivitas yang dilakukan oleh umat Islam, bahkan untuk seluruh umat manusia,” tegas Rozihan secara langsung di lokasi.
Manajemen Masjid Juga Rangkul Pelaku UMKM Tanpa Sekat Golongan
Prinsip inklusif tersebut juga terwujud nyata lewat penyelenggaraan bazar UMKM di lingkungan halaman masjid hari ini. Pihak takmir sengaja menggandeng para pedagang lokal untuk berjualan demi membangkitkan roda perekonomian umat secara riil. Sebagai pusat peradaban, tempat suci ini tidak hanya memprioritaskan aktivitas salat semata. Manajemen terus meluncurkan berbagai program sosial kemasyarakatan yang membawa kemaslahatan masif bagi warga sekitar.
Guna mendukung kemandirian umat, pengurus juga mulai mengoptimalkan pengelolaan sumber keuangan publik Islam secara modern. Rozihan menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menggairahkan potensi zakat, infak, hingga instrumen wakaf uang dan saham. Kekuatan finansial yang sehat ini nantinya akan kembali disalurkan dalam bentuk ibadah sosial nyata. Program pemberdayaan tersebut melingkupi berbagai kegiatan aplikatif seperti santunan rutin hingga pengelolaan hewan kurban.
Pesan toleransi ini berjalan selaras dengan tausiah dari Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag. Dalam ceramahnya, Fachrur Rozi memberikan pandangan berharga mengenai pentingnya peran aktif warga dalam merawat tempat ibadah. PDM Kota Semarang mendorong agar seluruh jemaah bisa konsisten memakmurkan fasilitas spiritual ini dengan penuh rasa ikhlas.
Momentum Tahun Baru Islam
Ketua PCM Gajahmungkur, H. Toto Sugiyono, SE, MM, ikut menyuarakan dukungannya terhadap arah kebijakan takmir yang sangat terbuka. Toto Sugiyono menilai bahwa esensi dari dakwah Islam sejati adalah menyeimbangkan aspek ritual dengan aksi nyata di lapangan. Pengurus cabang menaruh harapan besar agar pimpinan ranting Muhammadiyah Petompon bisa semakin aktif meluncurkan program kemanusiaan.
“Masjid itu bukan saja sebagai tempat untuk beribadah salat dan sebagainya, tetapi juga merupakan tempat di mana kita berkiprah di bidang-bidang yang lain. Artinya seperti ekonomi, sosial, dan sebagainya, itu adalah wujud daripada kita supaya bisa memiliki kesalehan sosial. Selain kita memiliki saleh secara ritual, maka kita harus memiliki saleh secara sosial,” papar Toto Sugiyono dengan penuh semangat.
Manajemen memastikan seluruh penyaluran dana sosial dari para muzaki akan langsung sampai ke tangan para mustahik secara tepat sasaran. Pelaksanaan pengajian akbar yang damai hari ini menjadi bukti autentik dari wajah persyarikatan yang sejuk. Melalui pembuktian bahwa masjid Muhammadiyah terbuka untuk umum, persaudaraan antarumat di Kota Semarang kini terjalin semakin kokoh.