Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bakar Semangat di Tawangmangu, Aisyiyah Kota Semarang Guncang Panggung Jambore Lewat Nada Perjuangan

29 Juni 2026, 11:52 WIB 3 menit baca
Foto bersama sepuluh perempuan anggota PDA Kota Semarang berhijab abu-abu dan berseragam marun dengan selempang kuning bertuliskan PDA KOTA SEMARANG sedang tampil menyanyi di atas panggung. Beberapa di antaranya membawa kipas ungu dan sebagian lainnya mengepalkan tangan dengan semangat. Di latar belakang tampak layar LED besar bertuliskan BAHAGIA MAJU BERSAMA AISYIYAH JAWA TENGAH di bawah sorotan lampu panggung yang terang.
Kekompakan kontingen PDA Kota Semarang saat membawakan lagu perjuangan dalam pentas seni Jambore Dakwah Kemanusiaan Milad ke-109 di Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (27/6/2026) malam. Penampilan kreatif ini menyumbang energi positif guna mempererat tali silaturahim seluruh pengurus aisyiyah jawa tengah di tingkat wilayah hingga ranting.

Tawangmangu, muhammadiyahsemarangkota.org — Hawa dingin yang menusuk tulang di kawasan Wonderpark Tawangmangu seketika sirna oleh gemuruh tepuk tangan ratusan peserta. Alunan nada penuh riang dan bait-bait puisi penuh makna mendadak mengubah atmosfer malam akhir pekan menjadi begitu hangat. Riuh rendah kebersamaan ini menjadi potret indah dari ketangguhan gerakan perempuan Islam modern.

Momen syahdu tersebut mewarnai malam panggung pentas seni dalam rangkaian kegiatan milad Aisyiyah Jawa Tengah pada Sabtu (27/6/2026) malam. Setelah menuntaskan aktivitas ibadah dan istirahat sore, para peserta kembali berkumpul dengan energi baru. Rombongan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Semarang sukses mencuri perhatian publik melalui penampilan yang sangat memukau.

Segenap pengurus perempuan dari Kota Atlas tersebut kompak naik ke atas panggung untuk menyanyikan lagu perjuangan legendaris karya Buya Hamka. Harmoni suara mereka yang berpadu dengan pembacaan puisi visioner langsung memantik semangat juang peserta dari daerah lain. Penampilan kreatif ini sekaligus membuktikan bahwa usia sama sekali bukan penghalang untuk terus berkarya dan berinovasi.

Sumbang Energi Positif

Aksi panggung yang penuh dengan totalitas tersebut bukan sekadar hiburan pelepas penat di kala malam minggu. Langkah taktis ini menjadi simbol penegasan atas loyalitas dan daya juang kader perempuan di tingkat daerah. Mereka sengaja memilih lagu gubahan Hamka untuk memompa kembali semangat dakwah persyarikatan di ruang publik.

Ketua PDA Kota Semarang, Aminah Kurniasih, S.Pd., M.Pd., yang juga ikut larut dalam barisan penampil, menyatakan rasa syukur yang mendalam. Aminah Kurniasih menegaskan bahwa kehadiran timnya bertujuan untuk menyemarakkan syiar Milad Aisyiyah ke-109 secara maksimal. Pihaknya berkomitmen penuh untuk langsung menerjemahkan semangat panggung ini ke dalam program kerja riil di kota asal.

“Semangat kami untuk mengikuti kegiatan ini adalah ikut menyemarakkan milad untuk Milad Aisyiyah yang ke-109. Kami menampilkan lagu perjuangan karya Hamka, itu dengan semangat untuk berjuang di Aisyiyah. Insyaallah Aisyiyah Kota Semarang selalu semangat mendukung program dari Pimpinan Wilayah,” tegas Aminah Kurniasih dengan mata berbinar.

Sanjung Karakter Inovatif

Kemasan milad kali ini memang terasa sangat berbeda dan jauh lebih segar karena mengusung konsep Jambore Kemanusiaan. Selain menyajikan panggung seni, para ibu tangguh ini juga sukses mendistribusikan 400 paket sembako, santunan mualaf, hingga layanan kesehatan gratis. Bahkan, mereka siap turun langsung ke lima desa untuk melakukan riset data demi melahirkan rekomendasi kebijakan pembangunan lokal.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Dr. Enny Winaryati, M.Pd., secara khusus melemparkan pujian tinggi untuk performa kolektif skuad Kota Semarang. Enny Winaryati menilai letak geografis yang dekat dengan pusat provinsi membuat PDA Kota Semarang memiliki daya juang yang istimewa. Ia mengagumi konsistensi ibu-ibu Semarang yang gemar melahirkan produk inovatif, salah satunya seperti produk Biskuit Cahaya.

“Kota Semarang luar biasa, semangatnya sangat kompak, dan Ibu-ibu itu selalu mengkreasi berbagai kegiatan dengan bentuk-bentuk yang inovatif dan kreatif. Saya yakin Kota Semarang sebentar lagi akan mempunyai banyak aktivitas-aktivitas lainnya yang sedang dikembangkan,” ungkap Enny Winaryati saat memberikan motivasi pembakar semangat.

Keberhasilan sinergi dalam kegiatan milad Aisyiyah Jawa Tengah ini menaruh harapan besar bagi masa depan gerakan sosial kemasyarakatan. Pola pemberdayaan berbasis data ilmiah yang terintegrasi dengan aksi humanis siap menjadi cetak biru gerakan otonom perempuan ke depan. Melalui kekompakan yang terus terjaga, ibu-ibu Aisyiyah Kota Semarang optimis mampu menjadi motor penggerak perubahan yang ramah bagi warga desa.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: