Lama Dinanti, Rindu Belajar Mengaji Warga Akhirnya Terobati
NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Para warga Perumahan Permata Puri dan sekitarnya di Bringin Ngaliyan akhirnya menuntaskan rasa rindu belajar mengaji. Saat ini, majelis perbaikan bacaan Al-Qur’an kembali berdenyut aktif. Secara nyata, kegiatan ini sukses mengobati dahaga spiritual masyarakat setempat.
Sesuai jadwal, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin menyelenggarakan program Tahsinul Qira’ah. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (28/06/26). Adapun pembinaan rutin ini berlokasi di Musholla At-Tauhid, Kota Semarang. Selanjutnya, pengurus membuka kelas ini untuk seluruh lapisan masyarakat.
Rumus Praktis Ustadz Ananto
Dalam sesi tersebut, Ustadz Ananto memperkenalkan sebuah pendekatan praktis. Secara khusus, ia membagikan rumus “Masiteti Konbi” kepada para peserta. Oleh karena itu, komunitas mengaji dewasa merasa sangat terbantu.
“Secara detail, rumus ini mencakup Makharijul Huruf dan Sifatul Huruf. Selain itu, rumus ini memuat kaidah Tebal-Tipis Huruf serta Konsisten-Biasa. Pastinya, pendekatan ini sangat membantu peserta mengingat kaidah tajwid,” jelas Ustadz Ananto.
Menghindari Perubahan Makna
Lebih lanjut, sang instruktur menyoroti pentingnya keakuratan pelafalan huruf hijaiyah. Bahkan, ia menegaskan dampak fatal dari sebuah kesalahan kecil. Akibatnya, pemahaman ini memacu jamaah mencari cara memperbaiki bacaan Quran.
“Faktanya, kesalahan pada makhraj huruf dapat mengubah lafaz dan makna. Oleh sebab itu, ketepatan pelafalan wajib menjadi prioritas utama kita,” tegasnya.
Metode Pembelajaran Sistematis
Selain rumus praktis, pengurus turut mengadopsi metode Fashahatul Lisan. Sebagai informasi, Syaikh Khanova Maulana, Lc., M.Pd.I., merancang metode monumental ini. Selanjutnya, pendekatan terstruktur ini menjadikan Matan Al-Jazariyyah sebagai rujukan utama. Hasilnya, peserta mampu mempraktikkan teori dengan sangat sistematis.
“Meskipun demikian, kesalahan sifat huruf tergolong lebih ringan daripada makhraj. Namun, kita wajib memperbaiki kekurangan tersebut secara perlahan. Tentunya, kita harus melewati proses belajar yang konsisten,” ungkap Ustadz Ananto.
Pada akhirnya, program Tahsin Al-Qur’an gratis ini menjelma menjadi oase. Terlebih lagi, semangat warga membuktikan antusiasme belajar menembus batas usia. Alhasil, jamaah sukses mewujudkan impian mereka untuk meluruskan lisan.