Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bekali 312 Calon Jemaah Haji 2027, KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang Garansi Manasik 22 Kali

31 Agustus 2026, 11:30 WIB • 2 menit baca
Seorang penceramah di podium dan jajaran pengurus KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang berjas biru berdiri di atas panggung di depan poyeksi layar bertuliskan Pembukaan Bimbingan Manasik Haji, dihadiri ratusan calon jemaah haji.
uasana khusyuk pembukaan bimbingan manasik haji bagi 312 calon jemaah keberangkatan 2027 yang diselenggarakan oleh KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang di Aula Gedung Ismail RS Roemani.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Persiapan menuju tanah suci membutuhkan ketahanan fisik sekaligus kematagan akidah yang lurus. Oleh karena itu, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Muhammadiyah Kota Semarang merespons kebutuhan tersebut dengan membuka bimbingan manasik haji bagi 312 jemaah calon haji tahun keberangkatan 2027 pada Ahad (30/8/2026).

Rangkaian pembekalan ini berlangsung di Aula Gedung Ismail Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Selain dihadiri ratusan calon jemaah, perwakilan Wali Kota Semarang melalui Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Kota Semarang serta Kepala Kementerian Agama Kota Semarang turut hadir menyaksikan pembukaan agenda intensif ini.

Penyelenggara merancang program pembekalan ini secara komprehensif hingga mendekati hari keberangkatan. Bahkan, pengurus menyiapkan 20 hingga 22 kali sesi teori dan praktik agar jemaah menguasai setiap tahapan ibadah secara mandiri.

Ketua KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang, Drs. Muhammad Mursyid, menegaskan pentingnya meluruskan niat sejak awal masa pembekalan. Sebab, ibadah haji menyimpan banyak tantangan yang berpotensi merusak keikhlasan jemaah.

“Kami menyiapkan materi syar’i dan fikih, bahkan membina majelis ta’lim pascahaji untuk menjaga keistiqamahan kemabruran jemaah,” ujar Mursyid saat memberikan keterangan wawancara di lokasi acara.

Menilai Haji Sebagai Ibadah Fisik dan Spiritual

Pentingnya pemahaman ilmu atau tafaquh fiddin meraih penekanan khusus dalam gelaran ini. Sebab, jemaah memerlukan landasan hukum yang kuat agar prosesi ibadah berjalan sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, H. Suparno BM., S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa haji merupakan perpaduan ibadah fisik dan spiritual. Oleh karena itu, ia meminta seluruh jemaah untuk menjaga kebugaran tubuh serta memperkuat kesabaran antar sesama rombongan.

“Jemaah harus menjaga kebersamaan, kebesaran jiwa, dan ketulusan niat semata-mata mencari ridha Allah SWT,” imbau Suparno di hadapan para peserta.

Memperkuat Pemahaman Muhammadiyah Lewat Pelayanan Syiar

Selanjutnya, program bimbingan ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi Islam yang mencerahkan. Penyelenggara ingin meminimalisir pandangan kurang objektif terhadap Persyarikatan melalui pendekatan ibadah yang ramah dan terbuka.

Dengan demikian, sinergi antara Pemerintah Kota Semarang dan Muhammadiyah ini siap mengawal 312 calon jemaah menuju predikat haji mabrur. Pembekalan yang terstruktur ini memberikan nilai tambah bagi kesiapan fisik, ilmu, dan akidah jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: