Pengakuan Jujur Pejabat Pemkot Semarang, Rasakan Ketenangan Batin Saat Berhaji Bersama Muhammadiyah
Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Perjalanan menuju Tanah Suci selalu menyisakan kisah spiritual yang mendalam bagi setiap Muslim. Oleh karena itu, Asisten Pemerintahan Sekda Kota Semarang, Budi Prakoso, membagikan pengalaman pribadinya sewaktu menunaikan ibadah haji tahun 2026 melalui bimbingan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Kota Semarang pada Ahad (30/8/2026).
Di hadapan ratusan calon jamaah haji, alumni jamaah haji ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi pelayanan lembaga tersebut. Sebab, pendampingan yang intensif tidak hanya memenuhi kebutuhan materiil peserta, melainkan mampu menghadirkan ketenangan jiwa dan kekhusyukan ibadah selama berada di tanah suci.
Pengalaman berkesan tersebut mendorong Pemerintah Kota Semarang untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pembekalan haji. Pemerintah daerah berharap bimbingan matang dari Muhammadiyah mampu melahirkan para jamaah yang meraih predikat haji mabrur.
“Kami pribadi merasa sangat terbantu oleh KBIHU Muhammadiyah. Pelayanannya, baik sifatnya materiil maupun spiritual, membuat kami menjalani ibadah haji dengan lancar dan khusyuk,” ungkap Budi Prakoso saat menyampaikan testimoni hangatnya.
Pendampingan Penuh Kasih
Selanjutnya, apresiasi hangat dari jajaran Pemkot Semarang tersebut mewarnai pembukaan Manasik Haji KBIHU Muhammadiyah Kota Semarang untuk musim keberangkatan tahun 2027. Pengurus Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Muhammadiyah Kota Semarang mencatat sebanyak 312 calon jamaah resmi mendaftarkan diri dalam program pembekalan ini.
Bahkan, pengurus LPHU Muhammadiyah Kota Semarang telah menyiapkan rancangan pembekalan yang sangat terstruktur demi menjaga kualitas ibadah umat. Para peserta bakal menjalani 22 kali pertemuan manasik teori di Aula RS Roemani serta 2 kali manasik lapangan di Asrama Haji Donohudan dan Fatimah Az-Zahra.
Di samping itu, penyelenggara menekankan bahwa esensi utama pembekalan ini mengarah pada pembentukan karakter jamaah yang mandiri. Pembimbing mendampingi peserta secara telaten mulai dari persiapan di tanah air, pelaksanaan di Arab Saudi, hingga pembinaan rutin melalui majelis ta’lim pasca-keberangkatan.
“Tujuan kami mengadakan manasik adalah membimbing jamaah agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW sekaligus membentuk pribadi yang mandiri dan menjaga kemabruan haji,” tutur Ketua LPHU Muhammadiyah Kota Semarang, Ahmad Furqon.
Menjaga Api Kemabruran
Sementara itu, antusiasme ratusan peserta memancarkan semangat tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Kehadiran pembimbing berpengalaman memberikan rasa aman dan percaya diri bagi para calon jamaah yang tengah mempersiapkan fisik serta mental mereka.
Selain itu, sinergi antara Pemkot Semarang dan KBIHU Muhammadiyah berhasil memperkokoh ikatan pelayanan ibadah yang berkualitas. Pembekalan secara intensif setiap pekan menjadi investasi spiritual yang sangat berharga bagi calon tamu Allah.
Dengan demikian, pengakuan jujur mengenai kualitas bimbingan haji Muhammadiyah Semarang ini makin menguatkan kepercayaan masyarakat luas. Kesungguhan melayani para jamaah terbukti mampu mencetak alumni haji yang teladan dan senantiasa merindukan nilai-nilai kebaikan.
Pada akhirnya, perjalanan suci ini bukan sekadar tentang perjalanan fisik menuju Makkah dan Madinah. Dedikasi tulus pembimbing Muhammadiyah sukses mengubah setiap tahapan manasik menjadi kenangan indah yang membekas sepanjang hayat.