Menuju Sekolah Unggul, Lima Kunci Kepemimpinan Berbasis Semangat Al-Ma’un
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Menghadapi kompetisi dunia pendidikan yang kian ketat, sekolah Muhammadiyah tak boleh sekadar mengandalkan keunggulan fasilitas fisik semata. Oleh karena itu, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Semarang menggelar pembinaan khusus bagi para pimpinan sekolah di Ruang Rapat PDM Kota Semarang pada Jumat (4/9/2026).
Forum strategis ini menegaskan kembali nilai Al-Ma’un sebagai ruh utama gerakan pendidikan persyarikatan. Sebab, kemajuan sekolah memerlukan karakter kepemimpinan yang tangguh dari kepala sekolah, guru, hingga seluruh karyawan.
Ketua PDM Kota Semarang sekaligus pembina acara, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., memaparkan lima kunci utama untuk membangun sekolah unggul. Kelima prinsip tersebut meliputi sikap percaya diri, komitmen tinggi, komunikasi efektif, iklim kompetisi sehat, serta rasa peduli sosial.
“Kepercayaan diri menjadi modal awal bagi pimpinan sekolah untuk berani menetapkan target besar,” tegas Fachrur Rozi saat memberikan arahan.
Membangun Budaya Berprestasi Hingga Tingkat Internasional
Penerapan lima nilai tersebut menuntut konsistensi nyata dalam manajemen sekolah sehari-hari. Selain itu, pimpinan sekolah harus berani mendorong para siswa agar mampu mengukir prestasi hingga ke tingkat global.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Semarang, Drs. H. Tri Widodo, M.Pd., menekankan pentingnya membangun iklim kompetisi yang suportif. Langkah ini bertujuan agar potensi bakat siswa dapat berkembang secara optimal.
“Siswa Muhammadiyah harus kita dorong agar mampu meraih prestasi tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Tri Widodo di hadapan para peserta.
Menggerakkan Dakwah Persyarikatan Lewat Jalur Pendidikan
Para pimpinan sekolah SD Muhammadiyah 6, SMP Muhammadiyah 1, 3, 5, 6, 9, SMA Muhammadiyah 1, hingga SMK Muhammadiyah 1 menghadiri agenda penting ini. Bahkan, jajaran pimpinan dan karyawan Majelis Dikdasmen PNF PDM Kota Semarang turut menyimak seluruh rangkaian pembinaan.
Selain fokus pada mutu pendidikan, Tri Widodo mengajak seluruh guru dan karyawan untuk aktif berorganisasi. Tenaga pendidik dapat menyalurkan kiprahnya melalui Cabang, Ranting, maupun Organisasi Otonom Muhammadiyah.
Dengan demikian, sekolah Muhammadiyah tidak hanya mencetak generasi cerdas secara akademik. Lembaga pendidikan persyarikatan ini siap melahirkan lulusan berkarakter, peka sosial, serta berdaya saing tinggi.