Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Kisah Nurul Khasanah, Menemukan Ketenangan Jiwa di Pesantren Lansia On the Road

6 September 2026, 06:51 WIB • 3 menit baca
Nurul Khasanah, jemaah berbaju hitam, tampak khusyuk memegang dada saat menyimak tausiah dalam program Pesantren Lansia On The Road di Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta.
PERJALANAN SPIRITUAL: Nurul Khasanah (tengah, berbaju hitam) tampak khusyuk dan tersentuh saat menyimak materi tausiah dalam rangkaian kegiatan wisata religi Pesantren Lansia On The Road di Masjid Islamic Center UAD, Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026). (Foto; Lukman Al Hakim).

YOGYAKARTA, muhammadiyahsemarangkota.org – Tangan kanan Nurul Khasanah (47) perlahan mendekap dada saat gema tausiah memenuhi ruang utama Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Sabtu (5/9/2026). Ibu paruh baya berbalut busana hitam pekat ini duduk mematung di atas karpet masjid. Matanya menatap lurus ke depan, menyimpan genangan air mata yang seolah siap tumpah membasahi pipi.

Singgahnya rombongan Pesantren Lansia On the Road di Yogyakarta ini rupanya bukan sekadar rekreasi, melainkan sebuah penelusuran spiritual yang mengaduk-aduk memori masa lalunya.

Materi pengajian hari itu sukses meruntuhkan dinding pertahanan emosinya. Tausiah bertajuk “Menua dengan Tenang, Bermakna, dan Berkah” dari Ustad Munawir Haris seakan membawanya memutar waktu. Nurul kembali teringat momen-momen berat ketika ia harus menjadi pilar utama yang menopang harapan keluarganya.

Mengarungi Badai Ujian Bertubi-tubi

Memasuki awal pernikahan, takdir langsung mengujinya dengan sangat keras. Suami tercinta mendadak mengalami kelumpuhan yang memaksanya turun tangan merawat tanpa kenal lelah. Ujian kesabaran ini ia jalani dengan penuh ketegaran selama dua tahun berturut-turut.

Langit tak lantas cerah setelah suaminya berangsur sembuh. Sebuah musibah kembali menghantam keluarga kecilnya tak lama berselang. Di tengah hantaman badai yang datang bertubi-tubi, perempuan tangguh ini tetap setia mendampingi suaminya berobat hingga kondisi mereka benar-benar pulih kembali.

“Alhamdulillah bisa terlewati. Sebenarnya masih banyak ujian lain. Tadi saat pengajian, saya jadi teringat masa lalu, bagaimana nanti di usia senja. Alhamdulillah, ujian-ujian itu bisa dijalani atas pertolongan Allah,” tutur Bu Nurul dengan mata berkaca-kaca.

Rangkaian cobaan tersebut justru membentuk Nurul menjadi sosok yang sangat bergantung pada sang pencipta. Ia konsisten menjadikan rutinitas pengajian, mengaji Al-Qur’an, serta pembinaan dari ustaz dan ustazah di daerahnya sebagai benteng utama pertahanan jiwa. Kedekatan spiritual inilah yang senantiasa membantunya berdiri tegak menghadapi segala rintangan hidup.

Titik Balik Spiritual di Usia Senja

Kegiatan Pesantren Lansia On the Road memberikan ruang penyembuhan batin yang luar biasa baginya. Bergabung bersama 92 jemaah lansia Masjid At Taqwa Wates, Ngaliyan, termasuk 12 rekan sebaya dari wilayah Aisyiyah Sayung, menghadirkan energi positif tersendiri. Program ini mempertemukannya dengan jiwa-jiwa senasib yang saling menguatkan keimanan.

Ketua Takmir Masjid, Prof. Dr. Afwan Fanani, memang merancang program inisiatif dari Masjid At-Taqwa Ngaliyan, Wates ini secara terukur. Misi utamanya adalah memberikan bekal spiritual yang mumpuni agar para lansia mampu menerima perubahan usia dengan lapang dada. Pemaparan pemateri tentang pentingnya merawat aspek spiritual sebagai fondasi ketenangan hati sangat sejalan dengan prinsip yang Nurul pegang teguh.

Momen kebersamaan sepanjang perjalanan Semarang–Yogyakarta ini membuktikan bahwa dukungan sosial di usia senja sangatlah krusial. Nurul menganggap perjalanan religi semacam ini sebagai sarana esensial untuk mengisi ulang keimanan sekaligus mempererat tali silaturahmi.

“Rasanya adem, senang bisa kumpul dan bersilaturahmi dengan yang sepadan usianya. Harapannya, agenda seperti ini bisa diadakan lagi dan makin ramai, makin seru, dan bisa menambah ilmu serta pengalaman kita semua,” pungkasnya penuh harap.

Kisah perjalanan batin Nurul Khasanah mencontohkan wujud nyata dari keikhlasan tingkat tinggi. Ketenangan jiwa yang hakiki akan selalu hadir bagi mereka yang merawat iman, menjaga jalinan silaturahmi, dan berdamai sepenuhnya dengan takdir Sang Pencipta.

Kontributor: Lukman Al Hakim
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: