Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Pensiun Bukan Akhir Segalanya, Mari Menua dengan Tenang Tanpa Rasa Cemas

5 September 2026, 20:23 WIB • 3 menit baca
Pensiun Bukan Akhir Segalanya, Mari Menua dengan Tenang Tanpa Rasa Cemas


Yogyakarta, muhammadiyahkotasemarang.org — Memasuki usia senja sering kali menghadirkan rasa cemas tersendiri bagi banyak orang. Berhentinya rutinitas kerja formal serta menurunnya stamina fisik kerap memicu perasaan tidak berguna di tengah masyarakat maupun keluarga.


Kondisi psikologis tersebut menjadi perhatian utama dalam agenda pengajian rihlah ketiga rombongan Masjid At-Taqwa Wates Ngaliyan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta pada Sabtu (5/9/2026). Dalam kesempatan itu, praktisi pengembangan sumber daya manusia, Munawir Haris, mengurai fondasi kebahagiaan usia senja di hadapan para jamaah.


Pencerah materi tersebut menekankan bahwa masa tua merupakan momentum terbaik untuk menikmati hidup yang lebih berdampak. Kehilangan jabatan atau pekerjaan kantor tidak lantas mengurangi harga diri serta kebijaksanaan yang telah terbangun selama puluhan tahun.

Menata Bekal Usia Senja


“Masa tua adalah masa berubah, bukan masa kehilangan segalanya. Pekerjaan boleh selesai, tetapi kesempatan untuk berkarya dan bahagia tetap terbuka,” tutur Founder hrmanufaktur.com tersebut.


Selanjutnya, pakar hubungan industrial ini membeberkan empat pilar utama dalam menyambut masa purna tugas. Lansia perlu mengelola finansial secara tertib, menjaga kesehatan tubuh sebagai amanah, merawat lingkaran sosial, serta memperkuat ikatan spiritual.


Bahkan, ketenangan hidup di usia lanjut justru bersumber dari kemampuan diri dalam mengendalikan keinginan materi. Fokus utama lansia sebaiknya tertuju pada pemenuhan kebutuhan pokok, penyiapan dana darurat kesehatan, serta penghindaran dari investasi berisiko tinggi.


Di samping itu, aktivitas fisik ringan seperti senam lansia atau berjalan santai setiap pagi bakal menjaga kebugaran tubuh secara konsisten. Tubuh yang sehat memungkinkan para senior untuk terus beribadah dan menjalin silaturahmi dengan nyaman.
“Jabatan boleh berakhir, tetapi nilai diri dan pengalaman tetap melekat pada diri kita,” tegas Konselor Hubungan Industrial tersebut.


Langkah Kecil Harian


Sementara itu, suasana kajian terasa penuh kehangatan saat para peserta menyimak kiat praktis menjalani hari. Lansia cukup menerapkan kebiasaan sederhana seperti bangun dengan rasa syukur, menyapa tetangga, serta menutup malam dengan evaluasi diri secara lembut.
Selain itu, menyapa satu orang setiap hari terbukti efektif mengusir rasa kesepian di dalam rumah. Perhatian kecil dan doa dari para senior menjadi warisan paling berharga bagi anak maupun cucu.


Dengan demikian, panduan mengenai persiapan masa tua bahagia ini berhasil memberikan sudut pandang baru yang menenangkan. Mengubah kebiasaan kecil secara konsisten bakal membuka jalan menuju masa purna tugas yang penuh kedamaian.


Pada akhirnya, kebahagiaan usia lanjut berada di tangan setiap individu yang mau menerima perubahan dengan hati lapang. Menua dengan tenang, bermakna, dan berkah menjadi puncak pencapaian hidup yang patut diperjuangkan.


“Masa tua bukan akhir peran, melainkan kesempatan memilih hidup yang paling berarti,” pungkas Direktur PT Citra Rasa Halal Prima tersebut.

Kontributor: Tim MPI PDM
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: