Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Siasat Jitu Undip & Unimus Perkuat Pendidikan Spesialis Keperawatan

17 September 2026, 10:15 WIB 3 menit baca
Delegasi Undip dan sivitas akademika Unimus saat mengikuti kegiatan benchmarking pendidikan spesialis keperawatan di Semarang.
Suasana diskusi strategis antara Departemen Ilmu Keperawatan FK Undip dan Prodi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Fikkes Unimus di Semarang, Senin (19/08/2026).

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Dua kampus kesehatan terkemuka di Semarang menggelar benchmarking strategis untuk memperkuat pendidikan spesialis keperawatan demi menjawab kompleksitas pelayanan medis masa kini.

Sinergi Lintas Kampus Demi Mutu Kesehatan

Kompleksitas penyakit modern menuntut kehadiran tenaga medis yang tangguh dan adaptif. Menjawab tantangan tersebut, Departemen Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) melakukan benchmarking ke Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Kegiatan kolaboratif ini berlangsung di kampus Unimus pada hari Senin, 19 Oktober 2025. Pertemuan penting tersebut menjadi ruang strategis bagi kedua institusi untuk bertukar pengalaman dan praktik baik.

Delegasi UNDIP yang hadir terdiri atas Dr. Ns. Wahyu Hidayati, M.Kep., Sp.KMB., Dr. Ns. Fitria Handayani, M.Kep., Sp.KMB., serta Ice Septriani Saragih, S.Kep., Ns., M.Kep. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Ketua Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS, Dr. Ns. Yunie Armiyati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB., bersama jajarannya. Acara ini juga dipandu oleh Dr. M. Fatkhul Mubin, M.Kep., Sp.Kep.J.

Membedah Substansi Kurikulum dan Klinik

Kedua institusi langsung membedah aspek krusial dalam dunia akademik. Mereka membahas pengelolaan program studi, penguatan kurikulum, hingga pembelajaran klinik yang relevan dengan kebutuhan pasien saat ini.

Dr. Ns. Yunie Armiyati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar studi banding konvensional. Ia menilai momen ini sebagai ruang bersama untuk merawat mutu pendidikan perawat.

“Benchmarking ini menjadi ruang untuk saling belajar dan bertukar praktik baik. Pendidikan spesialis keperawatan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan pasien, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kompleksitas pelayanan kesehatan. Karena itu, kolaborasi antarinstitusi menjadi sangat penting untuk menjaga mutu pendidikan sekaligus memperkuat kompetensi perawat spesialis,” ujar Yunie.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa bidang keperawatan medikal bedah menuntut perawat untuk menguasai kemampuan evidence-based nursing. Selain itu, kepemimpinan klinis dan ketepatan pengambilan keputusan menjadi penentu utama keselamatan pasien.

Merajut Peluang Kolaborasi Akademik

Setiap kampus tentu memiliki keunggulan dan pengalaman tersendiri dalam mendidik tenaga kesehatan. Oleh karena itu, pertukaran gagasan ini membuka jendela perspektif baru yang sangat berharga.

Dr. Ns. Wahyu Hidayati, M.Kep., Sp.KMB., menyampaikan bahwa sinergi antarinstitusi memberikan dampak positif yang luas bagi kedua belah pihak. Ia optimis kerja sama ini dapat berkembang menjadi program akademik yang produktif.

“Setiap institusi memiliki pengalaman, kekuatan, dan praktik baik yang dapat dipelajari bersama. Melalui benchmarking seperti ini, kami dapat memperoleh perspektif baru sekaligus mendiskusikan berbagai peluang pengembangan pendidikan keperawatan. Harapannya, komunikasi yang telah terbangun dapat berkembang menjadi kolaborasi akademik yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” kata Wahyu.

Melalui langkah ini, peluang kolaborasi perguruan tinggi kesehatan terbuka lebar. Mulai dari riset lintas kampus hingga publikasi ilmiah bersama kini dirancang secara matang.

Menjawab Tantangan Pelayanan Masa Depan

Perkembangan dunia kesehatan menuntut perawat untuk siap siaga menghadapi pasien dengan kondisi akut maupun kronis. Peran perawat spesialis kini jauh melampaui rutinitas bangsal rumah sakit.

Dr. M. Fatkhul Mubin, M.Kep., Sp.Kep.J., menekankan pentingnya membangun ekosistem jejaring yang kuat. Ia menyatakan bahwa institusi pendidikan tidak bisa berjalan sendirian di era sekarang.

“Perguruan tinggi tidak dapat berkembang sendiri. Kolaborasi memungkinkan kita berbagi sumber daya, pengalaman, pengetahuan, dan inovasi. Benchmarking seperti ini diharapkan melahirkan tindak lanjut yang konkret, terutama dalam penguatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi perawat untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks,” ujar Mubin.

Pada akhirnya, langkah nyata Undip dan Unimus ini membawa angin segar bagi masa depan perawat spesialis indonesia. Kolaborasi tulus tersebut memastikan bahwa setiap pasien di masa depan mendapatkan layanan keperawatan yang unggul, inovatif, dan berlandaskan ilmu pengetahuan mutakhir.

Kontributor: Humas Unimus
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: