Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Menguak Strategi Jitu Cara Memakmurkan Masjid Modern

17 September 2026, 15:01 WIB 2 menit baca
Dua pengurus LPMM PDM Kota Semarang sedang rapat koordinasi membahas program kerja di depan layar presentasi bertuliskan 'Rapat Koordinasi Lembaga Pembinaan Masjid dan Mushola'.
OPTIMALISASI MASJID: Ketua LPMM PDM Kota Semarang, Dr. Suwardi, M.M., bersama sekretaris sedang mematangkan konsep program strategis untuk memakmurkan masjid dan mushola dalam rapat koordinasi di Semarang, Rabu (16/09).

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org Bagaimana cara memakmurkan masjid di era modern kini mulai menemukan titik terang lewat gebrakan baru Lembaga Pembinaan Masjid dan Mushola (LPMM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang. Upaya strategis ini dihadirkan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus menghidupkan kembali denyut aktivitas keagamaan di akar rumput.

Rapat koordinasi penting tersebut dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026 sore, bertempat di Ruang Rapat PDM Kota Semarang. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua LPMM PDM Kota Semarang Dr. Suwardi, M.M., Sekretaris Yuliyansah Masyhar, serta Bendahara Tri Siswanto, S.E.

Blusukan ke Masjid: Solusi Nyata Turba LPMM

Langkah awal yang digagas pengurus adalah program turba atau turun ke bawah menyambangi masjid-masjid Muhammadiyah se-Kota Semarang. Agenda ini dijadwalkan mulai bergulir pada pertengahan Oktober 2026 mendatang.

Melalui program tersebut, pengurus ingin mendengar langsung berbagai persoalan riil yang dihadapi para takmir di lapangan. Pendekatan persuasif ini dinilai sangat efektif untuk merumuskan langkah pembinaan yang tepat sasaran.

“Masjid tentu memiliki karakter dan persoalan yang berbeda-beda. Karena itu, kami perlu datang, mendengar, berdiskusi, kemudian bersama-sama mencari solusi,” ujar Suwardi menjelaskan esensi dari program kunjungan lapangan tersebut.

Gerakan Digitalisasi Lewat Aplikasi SiJihad

Selain kunjungan fisik, LPMM PDM Kota Semarang juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui sosialisasi aplikasi SiJihad atau Sistem Pengajian Ahad Pagi. Inovasi ini dirancang untuk mendongkrak partisipasi jemaah di tingkat ranting dan cabang.

Pemanfaatan platform digital tersebut terbukti ampuh membangun loyalitas kader serta simpatisan Muhammadiyah. Target minimal tiga ratus jemaah dalam setiap kegiatan kini bukan lagi sekadar angan-angan kosong.

“Aplikasi ini tidak sekadar alat bantu administratif, melainkan sarana efektif untuk menggerakkan warga agar aktif memakmurkan pengajian rutin,” ungkap Suwardi saat membahas strategi digitalisasi dakwah.

Dauroh Adzan untuk Upgrade SDM Masjid

Aspek kualitas sumber daya manusia masjid turut menjadi sorotan tajam dalam perumusan program strategis kali ini. LPMM menyiapkan program Dauroh Adzan guna melahirkan muadzin yang berkualitas unggul.

Pelatihan khusus ini membekali para muadzin dengan teknik vokal, pengaturan napas, serta pemahaman adab yang benar. Syiar Islam melalui panggilan shalat pun diharapkan semakin bergemanya menyentuh hati masyarakat.

“Muadzin adalah garda terdepan syiar yang setiap hari didengar masyarakat, sehingga pembinaan kemampuan mereka sudah menjadi kebutuhan mendesak,” tegas Suwardi menutup pemaparan program lembaga.

Pada akhirnya, menghidupkan rumah suci menuntut komitmen tinggi dan kolaborasi erat dari seluruh elemen umat. Ketika pengurus turun tangan langsung dan teknologi dimanfaatkan secara optimal, masjid tidak lagi sekadar tempat ibadah sunyi, melainkan pusat peradaban yang mencerahkan.

Kontributor: Yayan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: