Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 5 menit baca

Mengenal Gejala dan Cara Mengatasi Kecanduan HP Menurut Tuntunan Islam

Drs. H. Danusiri, M.Ag.

Komisi Dakwah MUI Kota Semarang, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan Unimus

Mengenal Gejala dan Cara Mengatasi Kecanduan HP Menurut Tuntunan Islam
Seseorang tampak meletakkan ponsel pintarnya untuk meraih untaian tasbih di atas sajadah, menggambarkan peralihan dari kesibukan digital ke aktivitas ibadah. Menghidupkan kembali zikir dan istigfar merupakan salah satu cara mengatasi kecanduan HP yang efektif menurut tuntunan Islam. (Ilustrasi/Dok. AI)

Gelombang era disrupsi, post-truth, dan digitalisme kini berjalan serempak mengubah tatanan kehidupan masyarakat modern. Perubahan besar tersebut menggeser nilai serta tradisi lama menuju budaya baru yang sering mengutamakan opini viral daripada kebenaran ilmiah.

Kekuatan teknologi digital akhirnya memegang peranan dominan dalam membentuk pola pikir dan perilaku keseharian umat. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu mengenal gejala dan cara mengatasi kecanduan HP menurut tuntunan Islam agar tidak kehilangan arah hidup.

Arus transformasi digital yang begitu cepat ini kerap memicu kesenjangan pandang antara generasi sepuh dan kalangan muda. Generasi tua memegang teguh nilai agama serta mengkhawatirkan lunturnya sopan santun maupun orientasi akhirat pada anak-anak mereka.

Peringatan mengenai dahsyatnya siksa neraka dan indahnya nikmat surga terkadang kurang menyentuh hati sebagian remaja masa kini. Sebaliknya, sebagian anak muda justru melabeli kelompok senior sebagai generasi kuno dan gagap teknologi karena mereka sendiri telah mengalami kecanduan HP.

Mengenal Lima Gejala Kecanduan HP dalam Keseharian

Langkah awal penyelamatan diri bermula dengan mengenali berbagai gejala kecanduan HP yang tampak nyata dalam rutinitas harian. Gejala pertama terlihat ketika seseorang memiliki lebih dari satu gawai dan menyatu dengan layar tersebut hampir sepanjang hari. Selanjutnya, gejala kedua tampak saat pengguna langsung membuka gawai ketika berhenti di lampu merah atau bahkan sambil mengendarai kendaraan. Kebiasaan impulsif ini jelas mengancam keselamatan jiwa di jalan raya.

Gejala ketiga muncul saat seseorang lebih mempercayai informasi instan dari gawai daripada penjelasan ilmuwan maupun tokoh agama yang berotoritas. Selain itu, gejala keempat terlihat dari sepinya minat pembaca muda terhadap literatur dan informasi keagamaan.

Terakhir, gejala kelima tampak ketika mereka lebih menggemari konten lelucon, wisata, kuliner, olahraga, politik, hingga berisiko membuka situs porno.

Jebakan Hawa Nafsu yang Melalaikan Lisan dari Istigfar

Munculnya berbagai indikator ketergantungan gawai tersebut sejatinya berkaitan erat dengan kondisi kerohanian seseorang. Imam al-Auza’i menuturkan pengalaman spiritual yang sangat mendalam mengenai taktik Iblis dalam menjerat manusia:

قَالَ إِبْلِيسُ لِأَوْلِيَائِهِ مِنْ أَيِّ شَيْءٍ تَأْتُونَ بَنِي آدَمَ فَقَالُوا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ قَالَ فَهَلْ تَأْتُونَهُمْ مِنْ قِبَلِ الِاسْتِغْفَارِ قَالُوا هَيْهَاتَ ذَاكَ شَيْءٌ قُرِنَ بِالتَّوْحِيدِ قَالَ لَأَبُثَّنَّ فِيهِمْ شَيْئًا لَا يَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ مِنْهُ قَالَ فَبَثَّ فِيهِمْ الْأَهْوَاءَ

Iblis berkata kepada pengikutnya, “Dari sisi mana saja kalian datang (menggoda) manusia?” Mereka menjawab: “Dari segala arah.” Ia bertanya lagi: “Apakah kalian akan datang (menggoda) mereka dari arah istigfar?” Mereka menjawab: “Tidak mungkin, karena hal itu sangat berkaitan dengan tauhid.” Ia berkata: “Aku akan sebarkan sesuatu di antara mereka hingga mereka tidak beristigfar kepada Allah.” Dia (Al-Auza’i) berkata: “Lalu iblis menyebarkan (keinginan mengikuti) hawa nafsu kepada mereka.” (HR. ad-Darimi, 310).

Riwayat tersebut menjelaskan bahwa perilaku kecanduan HP berakar dari suntikan hawa nafsu yang menjauhkan hati manusia dari istigfar. Setan membuai manusia dengan kesenangan layar gawai tanpa mengenal waktu hingga mereka lupa memohon ampunan kepada Allah. Bahkan, para pecandu gawai yang sudah lalai beristigfar ini sering kali meninggalkan kewajiban salat lima waktu.

Cara Mengatasi Kecanduan HP Menurut Tuntunan Islam

Ketika seseorang melalaikan kewajiban agama akibat gawai, setan semakin gencar mencari celah kelemahan batin manusia. Rasulullah saw. telah menggambarkan karakter dasar manusia dalam menghadapi godaan tersebut melalui sabda beliau:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ آدَمَ تَرَكَهُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدَعَهُ فَجَعَلَ إِبْلِيسُ يُطِيفُ بِهِ يَنْظُرُ إِلَيْهِ فَلَمَّا رَآهُ أَجْوَفَ عَرَفَ أَنَّهُ خَلْقٌ لَا يَتَمَ الَكُ

Dari Anas, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “Tatkala Allah mencipta Adam, Dia meninggalkannya dengan sekehendak-Nya, iblis kemudian datang mengitarinya seraya mengamatinya, dan ketika ia melihat bahwa Adam adalah makhluk yang memiliki rongga ia mengerti bahwa Adam adalah makhluk yang tidak bisa mengendalikan diri.” (HR. Ahmad 12081, 12912, 13028, 13168).

Hadis ini menegaskan bahwa setiap manusia memiliki rongga kerentanan batin, tanpa memandang postur fisiknya. Setan memanfaatkan celah tersebut untuk keluar masuk menggoda hati manusia agar melupakan Tuhan. Akan tetapi, misi jahat setan itu pasti hancur apabila seorang Muslim membasahi lisannya dengan kalimat istigfar.

Membiasakan istigfar merupakan cara mengatasi kecanduan HP yang paling mendasar dalam tuntunan Islam. Zikir memohon ampun ini menyadarkan seorang hamba untuk kembali menunaikan salat wajib dan memperbanyak amal saleh. Selanjutnya, kemapanan ibadah tersebut menuntun kita mengatur irama hidup secara tertib antara bekerja, beristirahat, tidur, beribadah, dan memakai gawai.

Pada dasarnya, Islam memandang teknologi gawai sebagai alat bantu yang bersifat netral bagi kehidupan manusia. Jika seseorang menggunakan gawai secara berlebihan, alat tersebut justru berbalik memperbudak pemiliknya. Oleh sebab itu, gunakanlah HP secara fungsional dan proporsional agar kita tetap melek teknologi sekaligus meraih keberkahan hidup. Kuasailah diri Anda sekarang juga, sebab Allah kelak menampakkan seluruh perbuatan manusia (QS. Al-‘Adiyat: 11) dan meminta pertanggungjawaban atas segala fasilitas hidup kita (QS. At-Takatsur: 8).

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: