Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Ustadz Tri Wiyanto S.Sos. M.M. ketika menjadi narasumber kajian Ahad pagi PCM Gayamsari


MUHAMMADIYAHSEMARANGKOTA.ORG, GAYAMSARI – Banyak orang yang masih menganggap remeh kegiatan dzikir atau mengingat Allah. Mereka menganggap duduk diam sambil berzikir menyebut nama Allah sebagai suatu kegiatan yang sia sia dan hanya membuang waktu percuma. Ini terjadi karena sebagian besar manusia perhatiannya hanya tercurah pada kehidupan dunia.


Ustadz Tri Wiyanto S.Sos. M.M. ketika menjadi narasumber kajian Ahad pagi PCM Gayamsari menjelaskan bahwa Sebagian besar manusia hanya fokus pada kehidupan jangka pendek, yaitu kehidupan dunia. Mereka merancang kehidupannya hanya sampai hari tua, seluruh perhatian dan aktifitasnya dicurahkan untuk keberhasilan dan kesuksesan hidup didunia. Mereka tidak peduli dengan kehidupan jangka panjang, bahkan mereka ragu dengan adanya kehidupan akhirat yang abadi dan pertemuan dengan Allah kelak.


Sebagaimana firman Allah didalam surat Al-Ankabut ayat 5 :

مَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ اللّٰهِ فَاِنَّ اَجَلَ اللّٰهِ لَاٰتٍ ۗوَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Artinya : Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Penjelasan dalam tafsir ayat tersebut adalah siapa yang mengharapkan berjumpa dengan Allah SWT penguasa alam semesta, maka saat pertemuan itu pasti terjadi. Siapa yang tidak mengharap perjumpaan dengan Allah SWT, maka di akhirat kelak dia tidak akan berjumpa dengan-Nya, kesenangan dan kegembiraan hidupnya didunia ini telah berakhir dengan datangnya kematian, diakhirat kelak ia akan dikumpulkan dilembah neraka, hidup kekal abadi selamanya disana.


Sedikit sekali orang yang paham dan mengerti bahwa saat ini mereka sedang berada dalam perjalanan panjang yang tidak memiliki ujung, perjalanan panjang yang tidak ada akhirnya. Sebagian besar manusia hanya tahu bahwa perjalanan ini akan berakhir dengan datangnya kematian. Mereka tidak menyadari bahwa dibalik kematian mereka masih harus menempuh perjalanan panjang yang tidak pernah ada ujungnya, perjalanan panjang yang tidak pernah ada akhirnya. Mereka harus melalui alam barzakh, padang mahsyar, hari berhisab, selanjutnya hidup kekal abadi dilembah neraka atau ditaman syurga. Itulah perjalan panjang yang tidak pernah ada akhirnya.


Perjalanan panjang yang kita lalui didunia maupun akhirat penuh dengan halangan dan rintangan. Halangan dan rintangan itu akan menimbulkan berbagai penderitaan dan rasa sakit yang berkepanjangan. Kita butuh kekuatan ekstra untuk mengatasi berbagai halangan dan rintangan itu. Jika kita sanggup mengatasi berbagai halangan dan rintangan yang datang menghadang kita akan mengalamai kegembiraan dan kebahagiaan yang terus menerus.


Sebagaimana firman Allah SWT didalam surat Al-Baqarah ayat 152 :

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Artinya : Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.


Dengan ingat kepada Allah SWT dan selalu berlindung pada-Nya kita akan mendapat kekuatan ekstra menghadapi berbagai halangan dan rintangan yang datang menghadang baik didunia maupun diakhirat. Orang yang selalu ingat pada Allah SWT akan mendapat kemudahan dalam mengatasi berbagai halangan dan rintangan yang datang menghadang. Hal tersebut terjadi karena Allah SWT selalu ingat dan memperhatikan keadaan orang yang selalu ingat pada-Nya, Dia selalu siap memberi pertolongan kepada orang yang selalu ingat pada-Nya.





Editor : Muhammad Huzein Perwiranagara