Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Detik-Detik Harapan Itu Pulang ke Mata Mereka

30 November 2025, 19:41 WIB 3 menit baca
Detik-Detik Harapan Itu Pulang ke Mata Mereka

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – “Sudah enam bulan saya tak bisa membaca label dagangan. Semoga setelah ini saya bisa kembali bekerja seperti biasa,” ujar Pak Rofiq, seorang pedagang kelontong yang duduk dengan tatapan penuh harap di Aula Lantai 7 Rumah Sakit Unimus, Sabtu pagi (29/11/2025).
Dari kalimat sederhana itulah kisah ini berawal kisah tentang bagaimana Milad ke-2 Rumah Sakit Unimus memilih dirayakan bukan dengan pesta, tetapi dengan mengembalikan cahaya bagi mereka yang perlahan kehilangan dunia.

Di hari itu, ruang aula berubah menjadi tempat lahirnya harapan baru, ketika ratusan warga dari berbagai penjuru datang untuk mengikuti program operasi katarak gratis. Bukan hanya tindakan medis, melainkan hadiah kemanusiaan yang menghadirkan kembali warna dalam hidup mereka yang selama ini diselimuti kabut penglihatan.

Antrean Panjang yang Penuh Doa

Sejak pagi menjelang siang, kursi-kursi di aula mulai dipenuhi warga dari berbagai penjuru Semarang dan sekitarnya.

Ada yang datang dituntun cucunya, ada yang berjalan pelan sembari memegang dinding, ada pula yang memilih duduk dengan tenang menunggu giliran screening. Meski penglihatan mereka kabur, harapan mereka justru sangat jelas ingin bisa melihat kembali.

Total 200 peserta menjalani proses screening oleh tim dokter spesialis mata. Mereka memastikan bahwa setiap pasien yang masuk adalah benar-benar penderita katarak dan layak dioperasi.

Kerja sama antara RS Unimus, Perdami, serta sponsor utama Tolak Angin Sido Muncul membuat kegiatan ini berjalan masif dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat, tanpa memandang suku, agama, atau kemampuan ekonomi.

“Dalam rangka bakti sosial ini kami menggandeng beberapa instansi salah satunya Perdami, Jadi nanti yang membukakan dari pimpinan rumah sakit Unimus, Perdami, yang dihadiri Gubernur, owner PT Sido Muncul Bapak Irwan Hidayat,”
ungkap Ilham Firmansyah, Wakil Humas RS Unimus

Milad yang Menghidupkan Kepedulian

Program bakti sosial ini sebenarnya bukan hal baru bagi Rumah Sakit Unimus. Tradisi peduli ini sudah berjalan sejak tahun pertama berdirinya.

Jika tahun sebelumnya rumah sakit menyelenggarakan khitanan massal dan operasi bibir sumbing, tahun ini mereka memilih fokus pada katarak penyebab kebutaan yang paling banyak dialami masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Yang pertama ini memang tujuan bakti sosial rutin. Harapannya bisa membantu masyarakat yang kurang mampu yang memang membutuhkan,” jelas dr. Hanif Agung Prabowo, koordinator kepanitiaan bakti sosial

Di tengah antrean panjang yang penuh kesabaran, terdapat kisah-kisah kecil yang menghangatkan hati.

Ibu Sarti (68) dari Tembalang, sudah hampir dua tahun kesulitan membaca Al-Qur’an. Ia berkata pelan, “Saya rindu membaca doa sendiri, tanpa dibacakan cucu.”

Mereka bukan sekadar pasien. Mereka adalah manusia yang menunggu kesempatan sederhana untuk kembali melihat hidup dengan jernih.

Milad Rumah Sakit Unimus tahun ini terasa berbeda. Tidak ada kemeriahan berlebihan, tetapi ada rasa hangat yang memenuhi ruangan rasa syukur, rasa peduli, dan rasa ingin berbagi.

Lewat operasi katarak gratis ini, rumah sakit tidak hanya merayakan usia, tetapi juga mengirimkan pesan bahwa kesehatan dan kemanusiaan selalu berjalan berdampingan.

Baca Juga : Senyum yang Kembali Pulang: Lazismu RS Roemani Mengubah Reruntuhan Menjadi Ruang Kehidupan

Kontributor: Imam Abu Maulana
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: