Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

IGABA Kota Semarang Deklarasi Kemandirian, Siap Kelola Guru PAUD Aisyiyah di Tengah Isu Kesejahteraan

10 Desember 2025, 05:15 WIB 3 menit baca
IGABA Kota Semarang Deklarasi Kemandirian, Siap Kelola Guru PAUD Aisyiyah di Tengah Isu Kesejahteraan

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.orgLangkah berani dilakukan Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kota Semarang. IGABA secara resmi mendeklarasikan kemandirian organisasinya pada Selasa (9/12) di Hotel Plaza Semarang. Dengan deklarasi ini IGABA sekaligus melepaskan diri dari induk organisasi profesi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebelumnya, yakni Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi).

Hal ini merupakan langkah strategis IGABA, sebagai wadah perserikatan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ‘Aisyiyah, untuk mengelola guru dan tenaga kependidikan PAUD ‘Aisyiyah (TK, Kelompok Bermain/KB, Taman Penitipan Anak/TPA) secara mandiri. Kemandirian IGABA ini dilakukan menyusul terbitnya surat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang pada 3 Desember 2025.

Ketua IGABA Kota Semarang, Sri Sulastri, S.Pd., menegaskan bahwa langkah ini didukung oleh Permendikbud Ristek RI No. 67 Tahun 2024 yang menetapkan IGABA memiliki kewajiban dan hak yang sama dengan organisasi profesi guru lainnya.

“Setelah deklarasi kemandirian ini, kami akan melaksanakan tata kelola secara mandiri, lepas dari IGTKI dan Himpaudi,” ujar Sri Sulastri, seraya menambahkan, “Namun, kami tetap berkolaborasi dengan organisasi mitra PAUD yang lainnya dalam rangka mewujudkan Generasi Indonesia Emas.”

Dinas Pendidikan Soroti Kesejahteraan Guru PAUD

Kemandirian organisasi ini disambut baik oleh Pemerintah Kota Semarang. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Miftahuddin, S.Pd., M.Si., yang mewakili Kepala Dinas, menyampaikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh.

“Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan Kota Semarang memberikan apresiasi kepada kemandirian IGABA Kota Semarang yang ini tentu sangat membantu perantau pendidikan Kota Semarang dalam mencerdaskan anak-anak di Kota Semarang,” kata Dr. Miftahuddin.

Dalam sambutannya, Dr. Miftahuddin menyoroti tiga hal utama. Pertama, terkait penguatan kompetensi, Dinas Pendidikan berkomitmen untuk menambah kuota pelatihan bagi guru swasta, termasuk anggota IGABA, dan mendorong peningkatan kualifikasi akademik melalui program seperti Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Kedua, mengenai penguatan karakter, ia berharap guru-guru IGABA menjadi teladan bagi komunitas guru lain.

Ketiga, fokus pada kesejahteraan. Dr. Miftahuddin sepakat bahwa kesejahteraan menjadi konsentrasi Dinas Pendidikan. “Kami berharap memang kalau dari Pemerintah Kota Semarang, penghasilan guru-guru di Kota Semarang ini paling tidak ya sesuai UMK,” ujarnya.

UMK Kota Semarang sendiri saat ini adalah Rp 3,4 juta, kata Miftahuddin. Dan diperkirakan naik menjadi sekitar Rp 3,7 juta hingga Rp 3,8 juta pada tahun 2026. Sementara itu diketahui, rata-rata gaji guru honorer PAUD ‘Aisyiyah saat ini masih di bawah Upah Minimum Kota (UMK) yang ditetapkan pemerintah.

Dr. Miftahuddin menambahkan, “Kami berharap Ibu Bapak berkaitan kesejahteraan untuk teman-teman yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), tahun 2025 ini menjadi tahun terakhir sebetulnya terkait dengan PPG dalam Jabatan.”

Dukungan Penuh dari ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah

Langkah kemandirian IGABA ini juga mendapat dukungan penuh dari organisasi induknya. Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Semarang, Aminah Kurniasih, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya.

“Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal merupakan salah satu organisasi profesi yang memiliki kewajiban dan hak sebagaimana organisasi lain. Anggota IGABA harus fokus melaksanakan program-program IGABA di bawah binaan Majelis PAUD Dasar dan Menengah pada tingkat kepemimpinan masing-masing,” jelas Aminah.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. H. Bunyamin, M.Pd., menekankan filosofi organisasi profesi. “Organisasi yang baik adalah organisasi yang membuat guru berkembang, bisa melindungi dan bisa melahirkan kesejahteraan,” tegas Dr. Bunyamin, yang juga memberikan motivasi spiritual mengenai ikhtiar rezeki.

Deklarasi kemandirian IGABA ini disaksikan oleh ratusan kepala sekolah dan perwakilan guru PAUD ‘Aisyiyah se-Kota Semarang, serta perwakilan organisasi profesi guru lainnya, termasuk IGTKI, Himpaudi, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), dan IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal).

Kontributor: Salsabila (IGABA Semarang)
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: