Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 5 menit baca

Keutamaan Wakaf Laptop Sarana Pendidikan Sebagai Alternatif Kurban

Drs. H. Danusiri, M.Ag.

Komisi Dakwah MUI Kota Semarang, Wakil Ketua PDM Kota Semarang, Dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan Unimus

Keutamaan Wakaf Laptop Sarana Pendidikan Sebagai Alternatif Kurban
Penyerahan wakaf laptop sebagai sarana pendidikan guna mendukung digitalisasi pembelajaran di tingkat sekolah dasar.

Program wakaf laptop kini menjadi solusi cerdas bagi umat Islam yang ingin menyalurkan sedekah jariyah secara lebih berdampak bagi masa depan generasi muda. Melalui wakaf laptop sebagai sarana pendidikan, kita dapat membantu madrasah yang kekurangan fasilitas digital. Langkah nyata ini merupakan bentuk pengabdian yang sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang.

Pada era Nabi Muhammad SAW, peradaban masyarakat memang masih berjalan sangat tradisional. Persoalan pokok umat Islam saat itu umumnya berpusat pada pemenuhan kebutuhan makan. Sejarah mencatat Nabi Muhammad SAW bahkan pernah mengganjal perutnya dengan batu. Beliau melakukan itu agar orang lain tidak mendengar suara keroncongan perutnya akibat lapar.

Oleh sebab itu, umat Islam menyejahterakan sesama melalui aneka model pemberian makanan. Para sahabat mengutamakan penyaluran zakat, sedekah, infaq, hingga kafarat kepada fakir miskin. Namun, kita membutuhkan terobosan yang lebih inovatif di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Salah satunya adalah dengan menginisiasi gerakan wakaf laptop untuk menunjang pembelajaran.

Keutamaan Sedekah dan Investasi Akhirat

Nabi Muhammad SAW memberikan dasar teologis yang kuat untuk memotivasi umat agar gemar bersedekah. Bahkan, beliau menjanjikan berbagai keutamaan luar biasa di akhirat melalui hadisnya. Kita dapat memahami bahwa sedekah yang bernilai kecil pun memiliki pahala yang sangat fantastis. Beliau bersabda:

فَلْيَتَّقِيْنَ أَحُدُكُمْ النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ  (Jagalah kalian dari neraka sekalipun dengan (bershadaqah) sebutir kurma – HR Bukhari: 1324).

اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ (Takutlah kalian dari neraka sekalipun dengan (bershadaqah) sebutir kurma – HR Bukhari: 1328).

Selain itu, program sedekah jariyah semacam ini juga mampu menghapus dosa-dosa manusia. Seirama dengan pesan hadis sebelumnya, Nabi Muhammad SAW menyatakan hal ini secara tegas:

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ (Sedekah dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api – HR at-Turmudzi: 558).

Bahkan, Allah SWT berjanji akan melipatgandakan pahala sedekah hingga 700 kali lipat. Al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 261 menjelaskan kemurahan Allah tersebut dengan sangat indah:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha luas, Maha Mengetahui.

Dahulu, para sahabat Nabi selalu berlomba-lomba dalam memberikan sedekah terbaik. Nabi Muhammad SAW bahkan menjamin surga bagi Usman bin Affan karena kedermawanannya membiayai dakwah. Meskipun demikian, kaum fakir miskin sempat merasa iri melihat keutamaan tersebut. Mereka juga ingin meraih surga dengan sedekah, namun mereka tidak memiliki harta.

Kemudian, mereka mengadu kepada Nabi Muhammad SAW mengenai keinginan mulia tersebut. Beliau lantas menjawab aduan mereka dengan kalimat yang sangat menyejukkan:

فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ (Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah – HR Muslim: 1704).

Transformasi Kurban Menjadi Amal Jariyah Produktif

Saat ini, fenomena kehidupan menuntut kita untuk segera melakukan percepatan digitalisasi. Kita pasti akan merasa tertinggal jauh jika menolak iklim perkembangan teknologi ini. Sayangnya, kita masih menemukan banyak lembaga pendidikan setingkat SD dan MI yang minim fasilitas. Sekolah-sekolah tersebut hanya mengandalkan dana operasional yang jumlahnya sangat terbatas.

Pengelola sekolah juga sering kesulitan karena dilarang memungut iuran tambahan dari wali murid. Akibatnya, para pengajar sulit meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak didik mereka. Padahal, sekolah sangat membutuhkan komputer atau laptop agar proses belajar berjalan maksimal. Hal ini penting agar lulusan madrasah memiliki daya saing yang tinggi.

Di sisi lain, masyarakat kita terkadang kurang peduli terhadap kondisi sekolah di lingkungan sekitar. Namun, mereka justru sangat antusias ketika menyelenggarakan kurban sapi secara patungan. Takmir masjid juga sering merasa bangga saat berhasil menyembelih hewan ternak dalam jumlah banyak. Mereka bersyukur karena kondisi ekonomi umat Islam kini sudah jauh lebih baik.

Masalahnya, panitia kurban sering kali menumpuk daging di dalam lemari pendingin selama berbulan-bulan. Padahal, para pekurban bisa menciptakan manfaat yang jauh lebih abadi bagi umat. Kita bisa menjadikan wakaf laptop sebagai alternatif kurban yang lebih produktif bagi generasi penerus. Langkah ini akan memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar pembagian daging sekali makan.

Program wakaf laptop ini merupakan bentuk amal jariyah yang sangat nyata manfaatnya. Pahalanya akan terus mengalir selama para siswa menggunakan perangkat tersebut untuk menuntut ilmu. Secara rasional, langkah ini memberikan keutamaan yang luar biasa besar bagi masa depan umat Islam. Mengalihkan sementara dana kurban menjadi donasi perangkat digital akan melahirkan manfaat yang abadi. Wallâhu a’lamu bi shawâb.

Baca juga:

Wakaf Uang Untuk Kesejahteraan Umat

Amanah Wakaf: Ikhtiar Muhammadiyah Merawat Kepercayaan Umat

Pengelolaan Aset Wakaf Muhammadiyah di Kota Semarang : Tantangan dan Peluang

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: