Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Cerita dari Lapak Rakyat: Saat Es Teh Siti Ludes dalam Sekejap di Perhelatan Hari Ber-Muhammadiyah Semarang

14 April 2026, 22:25 WIB 2 menit baca
Siti Rumiyati, pelaku UMKM lokal penjual es teh dan jajanan, tersenyum ramah di lapak dagangannya yang laris manis saat perhelatan Hari Ber-Muhammadiyah di Kecamatan Genuk.
Siti Rumiyati, salah satu pelaku UMKM lokal, bersiap melayani pembeli di lapak dagangannya saat perhelatan Hari Ber-Muhammadiyah di pelataran Kantor Kecamatan Genuk, Ahad (12/4/2026). Acara ini membawa berkah bagi para pedagang kecil karena dagangan mereka ludes diserbu ribuan warga.

GENUK, muhammadiyahsemarangkota.orgTerik matahari pagi menyinari pelataran Kantor Kecamatan Genuk, Ahad (12/4/2026). Saat itu, Siti Rumiyati sibuk melayani para pembeli tanpa henti. Kemudian, tangannya cekatan meracik es teh jumbo pesanan pelanggan. Perhelatan Hari Ber-Muhammadiyah benar-benar membawa berkah melimpah bagi lapak sederhananya.

Sejak fajar, pedagang menggelar lapak tiban di tepian jalan. Pemandangan ini menyerupai jamur tumbuh pada musim penghujan. Selanjutnya, ribuan warga memadati area tersebut setelah mengikuti acara. Mereka mencari pelepas dahaga di tengah cuaca panas.

Oleh karena itu, Siti sengaja mremo agar mendapat rezeki. “Ternyata benar, banyak orang memborong dagangan kami,” cerita Siti dengan senyum lebar. Akibatnya, es teh jumbo buatannya ludes dalam sekejap. Lebih lanjut, momentum Hari Ber-Muhammadiyah sukses menghidupkan ekonomi pedagang kecil sepertinya.

Berkah Sembako Murah

Selain minuman, kegembiraan ini menular pada sektor kebutuhan pokok. Tak jauh dari lapak Siti, warga membentuk antrean sangat panjang. Mereka memadati sebuah stan pasar murah dengan penuh antusias. Di sinilah, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah unjuk gigi.

Petugas menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Syaratnya pun mudah, masyarakat cukup menunjukkan KTP asli. Oleh sebab itu, warga berebut membeli sembako murah tersebut. Bahkan, semua barang ludes dalam setengah jam saja.

“Masyarakat sangat antusias menyambut pasar murah ini,” jelas Alfian. Petugas lapangan ini tampak kewalahan menghadapi membludaknya warga. Meskipun demikian, ia merasa puas melihat banyak warga terbantu.

Kesimpulannya, acara di Genuk hari itu menjadi potret nyata. Sebuah inisiatif keagamaan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan secara masif. Pada akhirnya, Hari Ber-Muhammadiyah membuktikan satu hal penting. Kegiatan ini sukses meringankan beban ekonomi dan menghadirkan senyum para warga.

Baca juga:

Geliat UMKM Muhammadiyah, Panen Cuan di Hari Ber-Muhammadiyah Semarang 2026

Strategi 3D Muhammadiyah: Cara LP UMKM Semarang Garap Peluang Ekonomi Digital

UMKM Binaan Muhammadiyah Raih Omzet Besar di Milad ke-113 di Balai Kota

Strategi Digitalisasi: Rahasia UMKM Semarang Tembus Pasar E-Commerce

Bagikan: