Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Empat Kiat Istiqomah Menuju Akhir Hidup Terbaik

27 September 2025, 15:43 WIB 3 menit baca
Empat Kiat Istiqomah Menuju Akhir Hidup Terbaik

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org- Tujuan utama hidup seorang muslim adalah mencapai husnul khotimah, meninggal dalam keadaan baik dan diridhai Allah. Sedangkan kunci pencapaiannya terletak pada keberhasilan menunaikan ibadah yang meluas, yakni menyertakan segala aktivitas duniawi dalam kategori amal saleh.

Penegasan ini disampaikan oleh Ustad Yusuf Isnan, S.Ag., M.Pd.I., Dosen Bahasa Arab UIN Walisongo Semarang, dalam Pengajian Umum Sabtu Pagi yang diadakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin di Joglo Sasana Manunggal Rasa, Komplek Permata Puri, Ngaliyan, Semarang, pada Sabtu (27/9/2025).

Dalam ceramahnya yang bertajuk “Upaya-upaya yang Istiqomah untuk Menjadi Pribadi yang Baik,” Ustad Yusuf Isnan meluruskan pandangan umum mengenai ibadah. Merujuk pada firman Allah, ia menjelaskan bahwa tugas utama manusia adalah beribadah, namun ibadah tidak terbatas pada ritual.

“Ingatlah, semua aktivitas duniawi, seperti mencari nafkah, menuntut ilmu, atau sekadar menjaga kebersihan, bisa bernilai ibadah yang diterima Allah. Syaratnya sederhana: niatkan karena Allah dan lakukan sesuai tuntunan syariat,” tegas Ustad Yusuf Isnan, menyoroti pentingnya integrasi iman dalam kehidupan sehari-hari.

Prinsip Hidup: Harus Lebih Baik Setiap Hari

Sekreteris Masjid At Taqwa Ngaliyan itu kemudian memaparkan prinsip hidup yang harus dipegang, yakni selalu berusaha menjadi lebih baik setiap harinya (It’s must to be better).

Ia menggarisbawahi bahwa amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara kontinu (terus-menerus), meskipun kadarnya kecil. Kualitas konsistensi (istiqomah) jauh lebih penting daripada kuantitas sesaat.

“Kunci utama untuk meraih husnul khotimah bukan menunggu amal besar, melainkan menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri. Jika hari ini kita lebih baik dari kemarin, berarti kita berada di jalur yang benar,” paparnya, menekankan pentingnya evaluasi diri harian.

Untuk membantu jamaah menjaga konsistensi perbaikan diri ini, Ustad Yusuf menjabarkan empat kiat fundamental. Pertama, ia menyarankan agar jamaah kontinyu dalam beramal; melakukan amalan secara rutin.

Kedua, penting untuk senantiasa menjaga kebersihan, baik fisik maupun hat, mengingat Allah mencintai orang yang bertaubat dan yang menyucikan diri.

Ketiga, jamaah diimbau untuk selalu menerapkan husnudzon atau berprasangka baik. Prinsip ini berfungsi menjaga hati tetap bersih dan positif. “Selalu berprasangka baiklah kepada Allah dan kepada sesama manusia. Hati yang bersih adalah modal utama untuk melihat kebaikan dalam setiap takdir dan kejadian,” ucapnya, memberikan penekanan pada kesehatan mental spiritual.

Keempat, ia menyarankan adanya waktu khusus untuk tafakur dan muhasabah (Calling Down); meluangkan waktu untuk merenung dan mengoreksi diri sendiri secara harian agar dapat mengetahui aspek mana yang perlu diperbaiki.

Agenda Rutin PRM Bringin

Pengajian umum yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bringin ini merupakan salah satu agenda kajian rutin. Kajian umum ini dilaksanakan dua kali dalam sebulan, yaitu pada Ahad pagi di pekan kedua dan Sabtu pagi di pekan keempat. Kegiatan pengajian ini berlangsung selama dua jam dan diakhiri dengan sarapan pagi gratis bagi para hadirin.

Selain kajian umum, PRM Bringin juga memiliki program rutin Tahsin Qur’an setiap Sabtu siang ba’da Zuhur di Masjid At Tauhid, Klaster Aira, Komplek Permata Puri, Ngaliyan.

Kontributor: PRM Bringin
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: