Etos Kerja Muslim: Bertanggung Jawab dan Punya Integritas
PEDURUNGAN, muhammdiyahsemarangkota.org- Di tengah rutinitas yang kian padat, bekerja bukan sekadar urusan mencari nafkah, tapi juga cermin keimanan.
Pesan itulah yang disampaikan dalam Kajian Ahad Pagi yang digelar Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pedurungan Lor di Gedung Dakwah Pedurungan Lor, Ahad (19/10/2025). Hadir sebagai penceramah, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhmmadiyah (PDM) Kota Semarang Ustad Drs. H. Nurbini, MSI yang mengulas bagaimana Islam memandang etos kerja dan tanggung jawab sebagai bagian dari ibadah yang bernilai di sisi Allah.
Bekerja dengan Iman dan Tanggung Jawab
Dalam ceramahnya, dosen Fakultas Dakwah UIN Walisongo itu menjelaskan bahwa etos kerja dalam Islam bukan hanya persoalan produktivitas, tetapi juga cerminan ketakwaan dan rasa tanggung jawab kepada Allah.
“Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik dan penuh tanggung jawab akan bernilai ibadah,” ujarnya..
Ia menekankan, bahwa tanggung jawab bukan hanya terhadap atasan atau sesama manusia, tetapi juga kepada Allah yang Maha Melihat segala perbuatan.
Ustad Nurbini menambahkan, tanggung jawab yang sejati lahir dari kesadaran hati dan dorongan iman bukan karena paksaan atau tuntutan.
Seorang muslim, menurutnya, harus mampu menjaga keseimbangan antara kewajiban dunia dan akhirat melalui kerja keras yang disertai keikhlasan.
Setiap Orang Bertanggung Jawab atas Apa yang Diperbuatnya
Dalam penjelasannya, Ustad Nurbini mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang menegaskan pentingnya tanggung jawab, seperti dalam QS. Al-Muddatstsir: 38, “Setiap diri bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya.”
Dijelaskannya, bahwa tanggung jawab bukan hanya kewajiban sosial, tapi manifestasi dari iman. Seorang muslim harus sadar bahwa setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban di dunia dan akhirat.
Tanggung jawab juga meliputi banyak aspek: kepada Allah, diri sendiri, keluarga, masyarakat, bahkan terhadap alam dan bangsa.
Semua itu, menurut dia, adalah bentuk pengabdian yang menuntut kesadaran dan keikhlasan.
Kajian ini menegaskan kembali bahwa Islam mengajarkan etos kerja yang tinggi: disiplin, jujur, dan berorientasi pada kemaslahatan. Seorang muslim dituntut untuk menunaikan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta menjauhi sikap malas dan lalai.
“Setiap manusia adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,” terangnya mengingatkan sabda Rasulullah saw.
Pesan ini menggugah jamaah untuk terus memperbaiki niat dan perilaku dalam bekerja. Bahwa bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga sarana beribadah dan berbuat baik bagi sesama.