Gunakan Metode Belajar Cepat, Masjid At-Taqwa Berantas Buta Huruf Al-Qur’an
NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Masjid At-Taqwa Semarang kini menerapkan metode belajar cepat untuk mencetak pelatihan guru ngaji yang siap membantu masyarakat menguasai huruf hijaiyah dalam waktu singkat. Langkah strategis ini menjadi jawaban nyata atas keresahan umat yang masih kesulitan membaca kitab suci di tengah kesibukan sehari-hari.
Ustaz Ananto, praktisi pengajar sejak 2008, mengawali pelatihan dengan sebuah tantangan menarik bagi para peserta. Beliau menekankan bahwa keberhasilan mengajar orang dewasa bermula dari pola pikir pengajarnya sendiri.
“Allah bekerja sesuai persangkaan hamba-Nya. Jika kita menganggap mengajar itu mudah, maka Allah akan membukakan jalan kemudahan tersebut,” ujar Ustaz Ananto di hadapan belasan calon pemberantas buta huruf hijaiyah pada Ahad (18/1).
Oleh karena itu, Ananto mengajak para peserta untuk membuang rasa sulit sebelum terjun langsung ke masyarakat. Keyakinan inilah yang menjadi motor penggerak utama dalam mensosialisasikan Metode Tsaqifa.
Teknik Kilat 5 Kali Pertemuan
Selanjutnya, pelatihan ini membedah keunggulan metode belajar cepat yang disusun oleh Umar Taqwim. Sistem ini menawarkan solusi konkret bagi remaja hingga mereka yang mencari program belajar Al-Qur’an untuk lansia. Hanya dengan lima kali pertemuan, peserta didik ditargetkan sudah mampu membaca Al-Qur’an secara mandiri.
Ananto menjelaskan bahwa pengajaran ini bermula dari pengenalan 28 huruf hijaiyah beserta perubahan bentuknya secara mendalam. Setelah peserta memahami dasar tersebut, pengajar akan membimbing mereka untuk menguasai berbagai tanda baca atau harakat secara praktis dan sistematis. Alur pembelajaran ini kemudian mencapai puncaknya pada sesi praktik membaca sebanyak mungkin dengan pendampingan guru yang sabar. Fokus utama dari teknik ini adalah membangun kedekatan antara peserta didik dengan huruf-huruf Al-Qur’an tanpa memerlukan waktu yang lama.
Testimoni Positif dan Semangat Belajar
Efektivitas program ini langsung menuai pujian dari para peserta. Ibu Muslikhayati Fadhilah, misalnya, menilai teknik ini sangat menarik untuk menyampaikan materi membaca Al-Qur’an secara kilat. Senada dengan itu, Ibu Suci Mulyani merasa kegiatan ini sangat baik dan mampu menginspirasi para pemula yang baru terjun mengajar.
Bahkan, antusiasme belajar ini melintasi batas generasi. Pak Surawan yang sudah berusia 76 tahun tampak gigih mengikuti setiap sesi. Ibu Eny Marhaeningsih pun mengakui keunggulan pelatihan ini bagi kelompok usia senja. “Pelatihan dengan materi bagus, singkat, dan praktis ini sangat cocok untuk orang yang sibuk serta para lansia,” tuturnya dengan mantap.
Inspirasi untuk Masyarakat
Selain membekali teknik, Ananto mengingatkan pentingnya aspek motivasi dalam mengajar. Ia berharap setiap pengajar mampu membangkitkan kecintaan murid terhadap kitab suci melalui pendekatan hati.
Sebagai tindak lanjut, Masjid At-Taqwa segera membuka kelas belajar membaca Al-Qur’an bagi warga sekitar melalui wadah baru. Para alumni pelatihan inilah yang nantinya akan menjadi penggerak utama di lapangan. Gerakan ini menjadi refleksi indah bahwa cahaya ilmu akan selalu hadir bagi mereka yang bersungguh-sungguh mencarinya, berapa pun usia mereka.
Baca juga :
Strategi Belajar Al Quran Lansia di Semarang: Khatam 4 Kali Setahun Lewat Metode 2T