Ngaji Dapat Ilmu, Pulang Bawa Sayur
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Tidak banyak pengajian yang membuat jamaah pulang membawa ilmu, sayur segar, dan hasil pemeriksaan kesehatan sekaligus. Namun Ahad pagi yang diadakan oleh PRM Pudakpayung di Kebun Dakwah Pudakpayung (30/11/2025) menghadirkan pemandangan berbeda. Ratusan warga berbondong-bondong datang bukan hanya untuk belajar agama, tetapi juga merasakan sentuhan kepedulian sosial dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pudakpayung.
Di bawah rimbunnya kebun, sekitar dua ratus peserta duduk rapi menanti kajian spesial bersama Dr. Fahrurrozi, M.Ag, Ketua PDM Kota Semarang. Dalam pemaparannya, Dr. Fahrurrozi menekankan bahwa kesejahteraan bangsa bukanlah urusan besar yang dikerjakan di pusat saja, tetapi harus dibangun dari ranting dari level paling dekat dengan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah terus berikhtiar melalui pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial. Sekolah, rumah sakit, hingga LAZISMU adalah jalur nyata yang terus diperkuat untuk menghadirkan manfaat yang merata.
Model Dakwah yang Membumi
Antusiasme jamaah terlihat sejak pertama datang. Mereka tahu bahwa pengajian dua pekan sekali di Kebun Dakwah selalu menghadirkan suasana hangat dan berbeda.
Anwar Humas PRM Pudakpayung, “Antusias kader dan simpatisan Muhammadiyah begitu luar biasa. Mereka rutin mengikuti kajian di Kebun Dakwah. Apalagi momen ini dihadiri langsung Ketua PDM Kota Semarang,” ujarnya
Ia menambahkan bahwa konsep ngaji sambil berbagi sayur dan cek kesehatan gratis sengaja dihadirkan untuk memberi manfaat nyata.
Anwar menegaskan bahwa jamaah tidak hanya membawa pulang ilmu agama, tetapi juga pulang dengan kebutuhan dapur yang sedikit terbantu serta kondisi kesehatan yang lebih terpantau.
Ngaji, Sehat, dan Berbagi dalam Satu Ruang
Kebun Dakwah pagi itu terasa seperti ruang sosial yang hidup. Warga antre untuk layanan kesehatan, sebagian mengambil sayuran yang dibagikan, dan sisanya menikmati kajian dengan tenang.
Kombinasi antara kehangatan dakwah dan kepedulian sosial membuat kegiatan ini terasa utuh dan menyentuh.
PRM Pudakpayung seakan menunjukkan bahwa dakwah bukan hanya ceramah, tetapi aksi nyata yang menjawab kebutuhan sehari-hari masyarakat. Cara sederhana, namun dampaknya langsung terasa.
Dakwah yang disentuh dengan kepedulian sosial bukan hanya mendekatkan jamaah pada agama, tetapi juga mendekatkan mereka pada hidup yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih berdaya.
Baca Juga : Lindungi Rumah Tangga dari Dusta dan Aib