SEMARANG TENGAH, muhammadiyahsemarangkota.org– SMP Muhammadiyah 1 Semarang secara resmi mengintegrasikan Ujian Tahfidz Al-Qur’an sebagai indikator penilaian utama yang wajib diikuti oleh lebih dari 290 peserta didik dari kelas 7 hingga 9. Ujian ini merupakan bagian dari rangkaian Sumatif Akhir Semester (SAS), menegaskan komitmen sekolah tersebut dalam memperkuat karakter Qurani siswanya.
Pelaksanaan ujian berlangsung khidmat selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 November 2025, dengan fokus tidak hanya pada kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas bacaan, termasuk ketepatan makhraj (pelafalan) dan tajwid (panjang pendek bacaan). Langkah ini menempatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an sebagai ciri khas dan pembeda sistem pendidikan di sekolah tersebut.
Guna memastikan kualitas hafalan terukur, sekolah menetapkan target hafalan berjenjang berdasarkan tingkatan kelas. Siswa Kelas 7 diuji mulai dari surat An-Nas hingga Al-Zalzalah. Sementara itu, siswa Kelas 8 melanjutkan target hafalan mulai dari surat Al-Lail hingga Al-Ghasiyah, dan siswa Kelas 9 menuntaskan target mulai dari surat Al-Insyiqaq hingga Al-Infitar.
Para peserta didik diuji oleh guru internal yang kompeten, yaitu Ustadz Farchan Aji Pratama, S.Pd., untuk siswa kelas 7 dan 9, serta Ustadz M. Khoirul Anam, S.Pd., untuk siswa kelas 8.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan mengevaluasi hafalan peserta didik agar sesuai dengan target kurikulum. Lebih dari itu, kami fokus membetulkan pelafalan serta ketepatan panjang pendeknya bacaan,” jelas perwakilan sekolah.
Gunakan Metode Ummi
Keberhasilan siswa menghadapi ujian ini ditopang oleh program rutin tahfidz dan tahsin yang diterapkan sekolah setiap hari. Pembiasaan ini terstruktur dalam dua format utama: setoran harian dan pendalaman.
Pada hari Senin hingga Kamis, siswa melakukan setoran hafalan pada jam perwalian dengan didampingi langsung oleh wali kelas. Sementara itu, hari Jumat dikhususkan untuk pendalaman materi menggunakan metode Ummi.
Uniknya, pada hari Jumat, pengelompokan siswa tidak didasarkan pada kelas reguler, melainkan berdasarkan kemampuan mengaji—dibagi menjadi kelompok dasar (Kode C) hingga unggulan (Kode A).
Melalui integrasi nilai tahfidz ke dalam Sumatif Akhir Semester, SMP Muhammadiyah 1 Semarang berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki karakter spiritual yang kuat dan cinta terhadap Al-Qur’an.
Baca juga
Cara Unik SMP Muhammadiyah 1 Semarang Peringati Milad Persyarikatan


