Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Rahasia Hidup Bahagia: Qalbun Syakir Kunci Keseimbangan Dunia Akhirat

1 Februari 2026, 06:03 WIB 2 menit baca
Ustaz Saidun memberikan tausiyah tentang keseimbangan dunia akhirat dalam Kajian Ahad Pagi di Masjid Raya Candi Lama Semarang.

CANDISARI, muhammadiyahsemarangkota.org – Di tengah hiruk-pikuk tekanan gaya hidup modern, rahasia hidup bahagia ternyata terletak pada Qalbun Syakir atau hati yang bersyukur. Konsep ini disebut sebagai fondasi utama untuk meraih keseimbangan dunia akhirat yang kokoh dan menenangkan jiwa.

Hal tersebut menjadi pesan kunci dalam Kajian Ahad Pagi Semarang yang berlangsung di Masjid Raya Candi Lama, Ahad (1/2). Ratusan jamaah memadati lokasi acara untuk menyimak paparan Drs. H. Saidun, M.Ag. Ketua Takmir Masjid Raya Candi Lama ini hadir khusus untuk membedah strategi mencapai keseimbangan dunia akhirat.

Dalam tausiyahnya, Saidun meluruskan pandangan umum tentang kesalehan. Menurutnya, orientasi akhirat tidak boleh menjadi alasan bagi umat Islam untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, kesuksesan dunia justru berfungsi sebagai jembatan emas untuk mewujudkan keseimbangan dunia akhirat.

“Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita dengan tegas. Jika ingin bahagia di akhirat, maka harus juga bahagia di dunia,” ujar Saidun di hadapan para jamaah.

Untuk mencapai kondisi ideal tersebut, kita membutuhkan mentalitas yang tepat. Saidun merujuk pada nasihat sahabat Nabi, Ibnu Abbas RA. Ia menekankan bahwa hati yang pandai bersyukur adalah kunci ketenangan sejati dalam menjaga kebahagiaan dunia akhirat.

Empat Pilar Keseimbangan Dunia Akhirat

Lebih lanjut, Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umroh (LPHU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah ini menjabarkan langkah konkret menuju hidup yang seimbang. Ia mengupas Tafsir Al-Qashas 77 sebagai panduan praktis. Ayat ini memuat empat pilar utama dalam membangun keseimbangan dunia akhirat yang produktif.

Pilar pertama menuntut kita mengejar kebahagiaan duniawi secara optimal. Kita wajib mencari rezeki halal dan membangun keharmonisan keluarga. Selanjutnya, pilar kedua mewajibkan perilaku ihsan atau berbuat baik kepada sesama manusia.

Sementara itu, pilar ketiga melarang keras segala bentuk perusakan di muka bumi. Kita memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan sosial dan alam. Terakhir, jangan sampai kesibukan dunia membuat kita melupakan akhirat sebagai tujuan akhir.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sarapan bersama di selasar masjid. Tradisi ini mempererat tali silaturahmi antarwarga Semarang. Melalui ilmu ini, jamaah diharapkan mampu meraih keseimbangan dunia akhirat secara paripurna.

Baca juga:

Lelah dengan Penilaian Orang? Ini Kunci Kebahagiaan Sejati

Hidup Sering Gelisah? Coba Cara Bersyukur kepada Allah Melalui Hak Allah atas Hamba

Hidup Bahagia Dunia Akhirat: Menyelami Makna Muslim Berkemajuan Bervisi Surga

Kontributor: Fahim Ahsani (Tim Media Masjid Raya Candi Lama)
Editor: Agung S Bakti
Bagikan: