Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Jelaskan Al-Qur’an Harus Jadi Petunjuk yang Hidup!
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., mengajak umat Islam mengubah cara pandang terhadap kitab suci. Dalam Pengajian Pimpinan PDM Kota Semarang pada Sabtu (13/6/2026), ia menegaskan bahwa Al-Qur’an wajib menjadi petunjuk yang hidup bagi gerakan nyata di tengah masyarakat.
Tokoh nasional yang juga merupakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI ini menyampaikan materi di hadapan jajaran pleno PDM, PDA, PCM, PCA, serta ortom yang memadati Gedung Harmoni Muhammadiyah Kedungmundu. Abdul Mu’ti mengupas tuntas esensi gerakan teologi Al-Ma’un. Namun, ia menyayangkan sikap sebagian umat yang masih terjebak pada ritualitas pasif tanpa aksi konkret.
Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini, pemaknaan ayat-ayat suci harus melampaui batas sakralisasi teks. Oleh karena itu, kader Muhammadiyah dituntut mampu menerjemahkan firman Tuhan menjadi solusi nyata bagi problem sosial kemanusiaan.
“Kiai Ahmad Dahlan dulu mengajarkan bahwa membaca Al-Ma’un saja belum menjadi pengamalan yang kaffah. Al-Qur’an itu bukan sekadar guidance for living, melainkan harus kita jadikan sebagai petunjuk yang hidup atau living guide,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Menteri Dikdasmen tersebut.
Aktualisasi Medis Modern dan Konsekuensi Pejabat Publik
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mencontohkan bagaimana gerakan pembaharuan Muhammadiyah merespons perintah penyembuhan penyakit secara ilmiah. Sifat Allah Yang Maha Menyembuhkan tidak bisa diaktualisasikan hanya lewat lafaz zikir doa, tetapi wajib melalui penemuan obat-obatan.
Maka dari itu, figur yang memimpin kementerian Dikdasmen ini menekankan pentingnya melahirkan para ahli farmasi dan mendirikan rumah sakit modern yang rasional. Sembari berkelakar, ia menyebut pengobatan empiris inilah yang membedakan Muhammadiyah dengan gerakan spiritual murni.
“Kalau nabi yang mendoakan air lalu meminumkannya ke orang sakit, itu bisa sembuh karena syafaat. Tapi kalau Abdul Mu’ti yang melakukan, malah tambah parah penyakitnya karena banyak bakteri dari saya,” seloroh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut yang disambut tawa jemaah.
Pada kesempatan itu, ia juga sempat menceritakan pengalamannya dibuli netizen gara-gara salah ucap data murid di media massa. Meskipun demikian, menteri kabinet ini menganggap riak-riak dari para pembenci (haters) sebagai konsekuensi logis yang biasa bagi seorang pejabat publik.
Optimisme Atasi Kesulitan dan Ajakan Berpikir Positif
Sementara itu, Abdul Mu’ti memberikan resep spiritual penenang hati bagi pimpinan daerah yang sedang mengupayakan pelunasan gedung. Merujuk Surat Al-Insyirah, ia meminta semua kader tetap optimis karena Allah selalu menyelipkan kemudahan di balik setiap kesulitan.
“Jangan khawatir, selalu ada saja cara Muhammadiyah menyelesaikan bangunannya jika kita bersungguh-sungguh mencari jalan keluar. Jadikan tuntunan Allah ini sebagai energi penggerak,” tambahnya.
Merespons esensi kajian tersebut, Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., meminta seluruh jemaah untuk selalu fokus melihat sisi positif. Alhasil, ia mengajak kader Muhammadiyah menyikapi setiap kekurangan di sekitar dengan cara yang lebih bijak.
“Mari kita ambil nilai-nilai positif dari semua yang terjadi sekarang, lalu kita kembangkan bersama. Inilah esensi utama untuk mewujudkan Al-Qur’an sebagai petunjuk yang hidup dalam gerak persyarikatan,” pungkas Fachrur Rozi.