Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Sentuh Hati Para Ibu, ‘Aisyiyah Semarang Hadirkan KB Gratis demi Bebas Stunting

18 Mei 2026, 13:52 WIB 2 menit baca
Foto dokumentasi suasana meja pendaftaran di sebuah ruangan pelayanan kesehatan. Di sisi kiri, tampak tiga orang kader wanita 'Aisyiyah mengenakan seragam hijau tua dan jilbab abu-abu sedang melayani proses administrasi warga. Di atas meja kayu yang dilapisi taplak hijau bermotif batik khas Muhammadiyah/'Aisyiyah, terdapat berkas formulir pendaftaran, alat tulis, dan kotak obat-obatan. Di sisi kanan dan latar belakang, tampak beberapa ibu dan petugas puskesmas atau Disdalduk mengenakan seragam dinas cokelat cokelat sedang mengantre dan berkoordinasi, menciptakan suasana pelayanan yang tertib, sibuk, dan ramah.
Suasana kesibukan kader Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kota Semarang saat melayani pendaftaran akseptor KB gratis di Rumah Sehat 'Aisyiyah, Semarang, Senin (18/5/2026). Kegiatan bertepatan dengan Milad ke-109 'Aisyiyah ini difokuskan pada pemasangan IUD dan implan guna membantu para ibu menjaga jarak kelahiran sekaligus menekan angka stunting secara nyata.

SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Senyum lega terpancar dari wajah puluhan ibu yang memadati Rumah Sehat ‘Aisyiyah pada Senin (18/5/2026). Di tengah perjuangan merawat keluarga, pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis berupa pemasangan IUD dan implan dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Semarang bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menjadi berkah yang sangat mereka syukuri.

Aksi nyata yang menyentuh langsung kaum perempuan ini digelar serentak oleh seluruh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kota Semarang guna memperingati Milad ke-109 ‘Aisyiyah. Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, gerakan ini hadir sebagai bentuk pelukan hangat bagi para ibu di akar rumput.

Ketua PDA Kota Semarang, Aminah Kurniasih, M.Pd., menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Aminah Kurniasih menekankan bahwa menjaga jarak kelahiran adalah bentuk kasih sayang nyata untuk memastikan anak tumbuh optimal.

“Kami hadir merangkul para akseptor untuk mendapatkan layanan IUD maupun implan. Kita ingin membantu para ibu mengendalikan kelahiran agar kualitas anak yang dilahirkan jauh lebih baik,” ujar Aminah Kurniasih dengan tulus.

Bentuk Kasih Sayang Ibu Guna Tanggulangi Stunting

Lebih dari sekadar membatasi angka kelahiran, Aminah Kurniasih memaparkan bahwa program ini merupakan langkah emosional untuk menyelamatkan masa depan anak dari bayang-bayang stunting. Jarak kehamilan yang ideal memberikan ruang bagi ibu untuk mencurahkan perhatian penuh pada seribu hari pertama kehidupan anak.

Oleh karena itu, ‘Aisyiyah bergerak secara totalitas. Selain memfasilitasi alat kontrasepsi secara gratis, organisasi ini juga memberikan pendampingan berupa edukasi gizi serta pembagian makanan tambahan bagi keluarga yang membutuhkan.

“Harapan terbesar kami adalah agar tidak ada lagi anak-anak kita yang mengalami stunting. Maka dari itu, kami bergerak memberi edukasi dan makanan tambahan agar para ibu tidak berjuang sendirian,” tambah Aminah Kurniasih.

Kolaborasi Tulus Demi Ketahanan Keluarga

Sementara itu, perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kota Semarang, Lili Farida, mengapresiasi konsistensi gerakan kemanusiaan ‘Aisyiyah. Lili Farida menilai sinergi yang melibatkan rasa kepedulian seperti ini jauh lebih efektif dalam menyadarkan masyarakat.

Pemerintah daerah bersyukur atas kontribusi aktif ‘Aisyiyah yang selalu hadir sebagai penolong bagi problem kesehatan para ibu di Semarang. Melalui pos pelayanan yang ramah ini, masyarakat bisa mendapatkan akses medis yang aman tanpa perlu mencemaskan biaya.

Alhasil, momentum Milad ke-109 ini sukses menonjolkan wajah ‘Aisyiyah sebagai pelopor dakwah kemanusiaan. Sinergi penuh kasih ini diharapkan terus berlanjut demi melahirkan keluarga yang bahagia, sehat, dan tangguh di Kota Semarang.

Kontributor: Tim MPI PDM Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: