Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Shalat Masih Gitu-Gitu Aja? Manfaatkan Keutamaan Bulan Rajab untuk ‘Reset’ Ibadah

20 Januari 2026, 18:56 WIB 2 menit baca
Seorang ustadz mengenakan baju koko putih dan peci hitam sedang berdiri memberikan kultum di depan mihrab kayu besar, sementara puluhan jamaah pria duduk menyimak dengan tertib di atas karpet hijau masjid
Momentum emas perbaikan diri: Ustadz Am Jumai saat memberikan kultum Dzuhur mengenai nilai pendidikan spiritual bulan Rajab di Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang pada Selasa (20/1/2026). Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa shalat yang khusyuk harus menjadi benteng dari kebiasaan buruk dan kunci bagi Tuhan untuk menata kerumitan hidup hamba-Nya

Semarang, muhammadiyahsemarangkota.org — Memasuki bulan Rajab berarti kita sedang berada di salah satu gerbang kemuliaan yang Tuhan sediakan bagi hamba-Nya. Pasalnya, bulan ini bukan sebatas pergantian waktu, melainkan momen emas untuk melakukan pembenahan total pada kualitas ibadah kita. Ustadz Am Jumai menekankan hal tersebut dalam kultum Dzuhur di Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang pada Selasa (20/1/2026). Ia mengajak jamaah menyelami keutamaan bulan Rajab sebagai titik balik perbaikan akhlak.

Tokoh agama ini menjelaskan bahwa Rajab memiliki nilai pendidikan spiritual (tarbiyah) yang sangat tinggi. Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya tidak merayakan kemuliaan bulan ini hanya secara simbolis semata. Kita perlu mewujudkan makna Rajab melalui peningkatan kualitas shalat yang memberikan dampak nyata dalam perilaku sehari-hari.

Menjadikan Shalat Sebagai Benteng dari Kebiasaan Buruk

Selanjutnya, Ustadz Am Jumai mengutip Surah Al-Ankabut ayat 45 mengenai fungsi sholat sebagai pencegah perbuatan keji.
Bahkan, sosok penggerak ini menegaskan bahwa shalat yang benar akan membentuk karakter seseorang menjadi lebih tenang dan terjaga lisannya.

Sholat bukan hanya gerakan fisik rutin lima kali sehari, melainkan sebuah pertemuan sakral yang harus kita lakukan dengan penuh kesadaran.

“Jika shalat belum bisa merubah hidup kita, maka kita perlu mengevaluasi kualitas kekhusyukan kita,” ungkap narasumber tersebut di hadapan jamaah.

Maka dari itu, ketulusan niat dan pemahaman makna bacaan menjadi kunci agar ibadah tidak terasa kosong. Dampaknya, shalat yang hidup di dalam hati akan otomatis menjadi benteng paling kuat dari godaan kemaksiatan di luar sana.

Investasi Surga Lewat Shalat Berjamaah di Masjid

Selain itu, narasumber kharismatik ini mengajak warga untuk lebih sering meramaikan masjid dengan shalat berjamaah.
Menurutnya, masjid harus kembali berfungsi sebagai pusat pembinaan iman dan persaudaraan antarumat.

Kemudian, shalat berjamaah tidak hanya memberikan pahala berlipat ganda, tetapi juga melatih kedisiplinan serta mempererat hubungan sosial kita.

Marilah kita jadikan sisa hari di bulan Rajab ini sebagai latihan menuju bulan Ramadan yang suci. Perbaikan diri yang kita mulai saat ini akan menentukan seberapa siap kita menjemput kemenangan nantinya.

Ternyata, saat kita mulai serius memperbaiki komunikasi dengan Sang Pencipta melalui shalat, maka Tuhan akan menata segala kerumitan hidup kita dengan rahmat-Nya yang luar biasa.

Baca Juga :

Shalat Terasa Berat? Rahasia Kekuatan Iman di Balik Peristiwa Isra Mikraj

Bukan Sekadar Gerakan: Perbaikan Kualitas Shalat sebagai Spiritual Healing Masa Kini

Kontributor: Halim Junior Masjid At Taqwa PDM Kota Semarang
Editor: Rizqi Aulia
Bagikan: