Waspada Dajjalisme Global! Pesan Khatib Shalat Idulfitri di Semarang
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Di tengah suasana penuh kemenangan, momen Shalat Idulfitri di Semarang menjadi ajang pengingat bagi umat untuk tetap teguh menjaga iman dari pengaruh buruk era modern. Halaman SD Sampangan 02, Gajahmungkur, menjadi saksi para jamaah bersimpuh dalam syukur pada Jumat pagi (20/03/26).
Drs. H. Danusiri, M.Ag., yang merupakan Wakil Ketua PDM Kota Semarang sekaligus anggota Komisi Dakwah MUI Kota Semarang, bertindak sebagai khotib dalam pelaksanaan sholat id kali ini. Akademisi Unimus ini membawa pesan yang menggugah kesadaran warga Muhammadiyah Kota Semarang mengenai tantangan zaman yang kian pelik.
Mengenal Bahaya Dajjalisme Modern
Dalam orasinya, Danusiri menyoroti situasi dunia yang sedang berkecamuk. Ia mengajak jamaah merenungkan satu pertanyaan besar: sebenarnya Apa itu Dajjalisme? Menurut pakar dakwah ini, Dajjalisme bukan sekadar personifikasi, melainkan sistem yang merusak melalui teknologi pemusnah dan ketidakadilan massal.
Ustadz Danusiri menegaskan bahwa fenomena ini terlihat nyata dalam penindasan yang menimpa saudara kita di Palestina Idul Fitri tahun ini. Oleh karena itu, Ia mendorong umat untuk melakukan aksi nyata melalui doa dan bantuan logistik guna mendukung perjuangan kemanusiaan di sana.
Menjaga Kemurnian Amal Sholeh
Selain isu global, Danusiri menekankan pentingnya menjaga kualitas spiritual pribadi. Ia mengingatkan bahwa kondisi suci setelah Ramadhan harus tetap terjaga melalui Ibadah sesuai Sunnah Rasulullah. Menurut tokoh ini, ketaatan yang murni adalah satu-satunya “tiket” untuk mendapatkan keselamatan di hari akhir nanti.
“Kita tidak boleh beribadah hanya karena ikut-ikutan tanpa landasan ilmu yang benar,” tegasnya di hadapan ribuan jamaah. Ia mendorong umat agar lebih teliti dalam menjalankan syariat sesuai tuntunan Nabi, tanpa menambah-nambah ritual yang tidak berdasar.
Fondasi Kuat dalam Keluarga
Tak lupa, Danusiri juga menyentuh ranah mikro dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak setiap kepala keluarga untuk membangun Keluarga Sakinah Muhammadiyah. Ia percaya bahwa keluarga yang terpelajar dan berakhlaqul karimah merupakan benteng pertahanan pertama melawan pengaruh buruk zaman.
Keluarga yang harmonis dan jauh dari kekerasan domestik akan melahirkan generasi yang kuat imannya. Sebagai penutup, sang akademisi Unimus ini berpesan agar warga terus menghidupkan semangat amar ma’ruf nahi mungkar dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga :
Soroti Korupsi Pejabat, Ini Pesan Idulfitri Muhammadiyah tentang Integritas Bangsa
Pesan Idulfitri 1447 H: Ahli Tafsir Peringatkan Kehancuran Bangsa Akibat Hilangnya Keadilan Sosial