Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Siasat Warga Kalipancur Menjemput Udara Segar: Memulai Langkah Kecil Menanam Tanaman Pangan dari Teras Rumah

24 Mei 2026, 17:04 WIB 4 menit baca
Simbolis penyerahan bibit tanaman pangan gratis oleh pengurus PRM Kalipancur kepada perwakilan warga RW 05 Ngaliyan Semarang usai senam pagi, didukung program dinas pertanian kota.
Secara simbolis, pengurus PRM Kalipancur menyerahkan bibit tanaman gratis dari Dinas Pertanian Kota Semarang kepada perwakilan warga RW 05 Kalipancur, pada Minggu (24/5/2026).

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org – Musik pengiring senam pagi baru saja berhenti. Meskipun demikian, deru napas yang teratur dan keringat yang berkilau di dahi para ibu di RW 05 Kalipancur masih terasa. Menariknya, perhatian mereka segera teralihkan oleh deretan wadah hitam kecil di sudut lapangan. Wadah-wadah tersebut menyimpan tunas-tunas hijau yang memicu gerakan menanam tanaman pangan langsung dari teras rumah.

Aroma tanah basah menyeruak di udara pagi RW 05 Kelurahan Kalipancur pada Ahad (24/05/26). Riuh tawa para warga juga masih menyisakan sisa semangat setelah mereka melakukan senam pagi bersama. Di tengah kepungan beton perkotaan Semarang yang kian padat, embun pagi itu seolah membawa harapan baru. Selanjutnya, harapan tersebut mewujud dalam ratusan polibek hijau berisi tunas muda yang siap mengubah wajah kampung.

Ikhtiar Hijau Penggerak Kampung

Langkah konkret ini menjadi bagian dari sinergi nyata antara Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kalipancur dan lembaga RW 05. Selain itu, PRM Kalipancur sendiri bergerak di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngaliyan. Komunitas akar rumput ini bergotong royong merealisasikan program bibit tanaman gratis. Program tersebut bertujuan untuk menunjang agenda pemerintah dalam bidang ketahanan dan kedaulatan pangan.

Oleh karena itu, gerakan tersebut bukan sekadar seremoni serah terima di atas kertas. Sebaliknya, aksi hijau ini menjadi ikhtiar kolektif untuk menghidupkan kembali tradisi bercocok tanam dari halaman rumah warga.

“Kami sangat berterima kasih kepada PRM Kalipancur. Sebab, mereka punya perhatian khusus kepada RW 05, khususnya di bidang tanaman pangan pekarangan,” ujar Berbudianto, yang hadir mewakili Ketua RW 05 dengan rona wajah bangga.

Mengubah Lahan Sempit Menjadi Lumbung Hijau

Bagi warga urban, sejengkal tanah adalah kemewahan. Namun, melalui program ini, masyarakat diajak melihat potensi besar di balik dinding-dinding rumah mereka. Memaksimalkan manfaat pekarangan rumah lewat metode urban farming menjadi jawaban cerdas di tengah melambungnya harga kebutuhan dapur.

Di sisi lain, gerakan ini sekaligus memantik kembali kepedulian lingkungan yang mulai luntur oleh kesibukan kota. Ketua PRM Kalipancur, Supadi, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas keterbukaan warga dalam menyambut silaturahmi produktif ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada lembaga RW 05 karena memberi kesempatan silaturahmi dalam program realisasi bibit gratis ini. Program ini merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kota Semarang,” tutur Supadi hangat. “Semoga ke depan kami bisa berkontribusi lebih banyak lagi. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih mencintai lingkungan melalui tanaman pangan keluarga.”

Melalui pesan tersebut, ia berharap kontribusi ini dapat terus berlanjut secara konsisten. Sebab, dengan menanam komoditas dapur secara mandiri, masyarakat tidak hanya mengamankan isi dompet. Lebih dari itu, mereka juga ikut merawat bumi. Langkah kecil dari teras rumah ini perlahan akan mewujudkan lingkungan hijau ramah anak yang lebih sehat dan bebas polusi.

Sinergi Dakwah Nyata dan Kepedulian Sosial

Udara yang bersih pada akhirnya mengalir selaras dengan ketenangan jiwa. Oleh karena itu, Pleno PCM Ngaliyan yang diwakili oleh Tri Arianto, ikut mengapresiasi sambutan hangat dari warga RW 05 Kalipancur. Ia berharap kedua pihak bisa berkomunikasi dan bersinergi lebih luas di bidang lainnya pada masa depan.

Sementara itu, napas dakwah Muhammadiyah dalam acara ini juga terasa kian membumi lewat kehadiran Lazismu KL Ngaliyan. Arma, selaku manajer Lazismu KL Ngaliyan, memaparkan berbagai program aksi kemanusiaan yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar warga.

Sebagai contoh, mereka mengelola RendangMu dan mendirikan dapur umum saat banjir melanda Kelurahan Purwoyoso. Bahkan, mereka menyediakan servis gratis untuk 50 sepeda motor warga yang rusak akibat terjangan banjir. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kepedulian sosial selalu berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan hidup.

Sebagai penutup rantai kebaikan pagi itu, Lazismu membagikan 14 kaleng RendangMu. Mereka mendistribusikan bantuan tersebut secara merata untuk Ketua RT 01 hingga RT 13, serta satu kaleng khusus untuk Ketua RW. Bingkisan pangan siap saji ini melengkapi bibit-bibit hijau yang kini telah berpindah tangan ke pelukan warga. Sekarang, bibit tersebut siap tumbuh dan menumbuhkan kehidupan yang lebih baik.

Pada akhirnya, gerakan di RW 05 Kalipancur ini mengajarkan satu hal berharga kepada kita. Kedaulatan pangan dan ikhtiar merawat bumi tidak harus menunggu kebijakan besar dari atas. Melalui pemanfaatan optimal atas pekarangan rumah yang sempit, warga telah membuktikan bahwa ruang hidup perkotaan bisa disulap menjadi oase yang menyejukkan.

Kontributor: MPI PCM Ngaliyan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: