Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

GM Kontraktor Ini Buat Jemaah Menangis, Ingatkan “Proyek 6 Jam” Wukuf di Arafah 2026

14 Mei 2026, 21:56 WIB • 2 menit baca
Ilustrasi jemaah haji berpakaian ihram sedang khusyuk membaca doa dan menjalankan amalan hari Arafah saat wukuf di Arafah 2026.
Ilustrasi jemaah haji yang sedang memaksimalkan amalan hari Arafah dengan berdoa dan berzikir di sela-sela bebatuan saat pelaksanaan wukuf. Momen 6 jam di Arafah ini menjadi penentu mabrurnya puncak ibadah haji 2026. (Foto: muhammadiyah.or.id)

MAKKAH, muhammadiyahsemarangkota.org – Sengatan matahari Makkah mencapai puncak ekstrem 41 derajat Celsius pada Kamis (14/5/2026) sore tadi. Namun, musala penginapan hotel jemaah haji Muhammadiyah kloter 28 SOC Semarang terasa cukup sejuk. Di ruangan berkarpet abu-abu inilah, fondasi awal wukuf di Arafah 2026 mulai dibangun kuat-kuat oleh jemaah. Ini menjadi momen penting dalam persiapan wukuf jemaah haji.

Dari Proyek Bangunan ke “Proyek Akhirat”

Sore itu, usai salat Ashar berjamaah, tradisi kultum bergilir kembali digelar. Tampil di depan para jemaah haji Semarang adalah Ustad Yogi Sukma Adhi Wibowo. Ia adalah seorang profesional yang menjabat General Manager (GM) di PT Rindang Konsta, Semarang.

Biasanya, Ustad Yogi berjibaku dengan blueprint dan beton proyek berbulan-bulan. Sore tadi, ia justru mengajak jemaah merenungi sebuah proyek mahabesar. Proyek ini adalah penentu kehidupan akhirat. Sekaligus menjadi ujian sesungguhnya pada puncak ibadah haji 2026.

Rahasia 6 Jam yang Tak Terulang

“Ada 6 jam berharga yang mungkin tak terulang seumur hidup,” ujar Ustad. Yogi. Suasana ruangan pun seketika hening. Ia merujuk pada rentang waktu ba’da zawal (tergelincir matahari) hingga terbenam matahari.

Waktu 6 jam itu terasa sangat sempit. Saat itulah, seluruh amalan hari Arafah diyakini langsung menembus langit tanpa hijab. Jemaah harus memaksimalkan zikir, selawat, dan doa memohon ampunan.

Jemaah haji Semarang tampak menunduk khusyuk dan haru mendengarkan kultum tentang persiapan wukuf di Arafah 2026 di musala hotel.
Jemaah haji Semarang kloter 28 SOC tampak khusyuk dan tertunduk haru saat mendengarkan kultum ba’da Ashar terkait persiapan wukuf di Arafah 2026 di musala hotel, Makkah, Kamis (14/5/2026). (Foto: Dok. KBIH Muhammadiyah Semarang)

Tak ayal, pesan presisi ini menyentuh relung terdalam hati jemaah. Di barisan depan, bapak-bapak tampak menunduk dalam dan khusyuk. Mereka menyadari betapa mahalnya waktu tersebut. Sementara di balik sekat merah, suasananya berbeda. Jemaah perempuan tampak larut dalam suasana haru yang kental.

Songsong Puncak Ibadah Haji 2026 dengan Air Mata Penyesalan

Selanjutnya, Ustad Yogi membedah sisi teologis yang luar biasa. Ia mengingatkan bahwa saat wukuf, Allah SWT turun ke langit dunia. Allah lalu membanggakan para jemaah di hadapan malaikat-Nya. Mereka datang dengan rambut kusut dan berdebu demi mengharap ampunan-Nya.

Di tengah cuaca ekstrem Makkah, pesan kultum ini menjadi oase. Ia sekaligus menjadi cambuk spiritual bagi jemaah. Enam jam di padang Arafah bukanlah sekadar rutinitas fisik. Ini adalah momentum emas penebusan dosa yang tak ternilai harganya.

Bagi para jemaah haji Semarang, proyek ini adalah investasi keabadian. Persiapan menuju wukuf di Arafah 2026 sangatlah krusial. Tetesan air mata penyesalan adalah mata uang paling berharga. Oleh karena itu, pantang ada sedetik pun yang berlalu tanpa kekhusyukan.

Bagikan: