Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Terobosan Pendanaan PDM Semarang: AUM Wajib Sokong Operasional Majelis dan Lembaga Pelayanan

29 November 2025, 17:05 WIB 3 menit baca
Terobosan Pendanaan PDM Semarang: AUM Wajib Sokong Operasional Majelis dan Lembaga Pelayanan

MAGELANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang menetapkan kebijakan baru yang menekankan kemandirian finansial persyarikatan melalui kolaborasi strategis. PDM mewajibkan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang produktif untuk menyokong pendanaan operasional bagi majelis dan lembaga yang bergerak di bidang pelayanan publik.

Kebijakan ini bertujuan mengatasi tantangan pendanaan dan memastikan semua majelis dan lembaga dapat berdaya dan berfungsi optimal, terutama yang bersifat penghabisan (pelayanan publik).

Penegasan misi penguatan pendanaan internal ini disampaikan oleh Ketua PDM Kota Semarang, Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., dalam acara Capacity Building pimpinan dan organisasi otonom (ortom)PDM Kota Semarang di Aula Gedung PDM Kabupaten Magelang, pada Sabtu (29/11/2025).

Dr. Fachrur Rozi menegaskan pentingnya kemandirian finansial dan pembiayaan organisasi. “AUM yang menghasilkan harus mampu menyokong pendanaan operasional bagi majelis dan lembaga yang bersifat penghabisan, sehingga semua majelis dan lembaga dapat berdaya,” ujarnya.

Strategi Program PDM dan Pengembangan Jaringan

Selain fokus pada pendanaan AUM, PDM Kota Semarang juga menggarisbawahi beberapa program strategis guna mengoptimalkan gerakan ke depan dan memacu semangat pimpinan dalam merealisasikan rencana kerja yang sudah dicanangkan. Program-program tersebut mencakup upaya untuk mendorong Majelis Lembaga Pengembangan Cabang Ranting Masjid Musala (LPCRMM) dalam mewujudkan masjid, musala, dan kampung unggulan berkemajuan.

PDM juga akan memperkuat kaderisasi internal melalui pelaksanaan Baitul Arqam dan Sekolah Kader, serta peningkatan kajian keislaman di Pimpinan Cabang (PCM), seperti pengajian akhir pekan.

layanan baru juga terus dimatangkan, seperti perintisan sekolah unggulan SD di Banyumanik dan pengembangan layanan sosial-kesehatan melalui Lazismu dan MPKU (Majelis Pelayanan Kesehatan Umum).

Krisis Minat Kaderisasi Ulama Jadi Sorotan

Pada bagian lain, Ketua PDM juga menyoroti adanya tantangan serius dalam kaderisasi ulama, yang dinilai menjadi ancaman serius bagi kelanjutan misi persyarikatan di masa depan. Ia mengungkapkan keprihatinan karena PDM Kota Semarang nyaris tidak memberikan rekomendasi satu pun kader untuk menempuh pendidikan sebagai ulama Tarjih Muhammadiyah pada tahun ajaran ini.

“Mohon maaf, tahun ini PDM nyaris tidak memberikan rekomendasi satu pun kader yang akan belajar ke Tarjih,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini menjadi perhatian serius karena ternyata kader-kader muda saat ini lebih tertarik kepada bidang yang berorientasi material dan profesional, seperti ekonomi, hukum, dan politik.

Dr. Fachrur Rozi berharap agar para pimpinan mendorong putra-putri kader untuk menjadi ulama Tarjih, mengingat pendidikan tersebut dibiayai sepenuhnya di Yogyakarta.

Acara Capacity Building ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari unsur Pembantu Pimpinan, majelis, lembaga, dan ortom PDM Kota Semarang, serta turut dihadiri oleh Ketua PDM Kab. Magelang, KH. Muhammad Nasirudin, M.A., dan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah asal Magelang, Drs. KH. Jumari Al Ngluwari.

Baca juga:

Siswa Sekolah Lansia Muntilan Magelang Pukau Peserta Capacity Building PDM Kota Semarang

Belajar dari PDM Magelang: Tolak Mentalitas Ketergantungan Dana

Kontributor: Agung S Bakti
Editor: Nabil Haikal
Bagikan: