Siap Unjuk Gigi, 22 Pandu HW Kota Semarang Dilepas Menuju Mahrojan Jawa Tengah
SEMARANG, muhammadiyahsemarangkota.org – Sebanyak 22 kader muda pilihan Hizbul Wathan (HW) Kota Semarang resmi diberangkatkan menuju ajang akbar Mahrojan Pandu Penghela Se-Jawa Tengah 2026. Pelepasan kontingen ini berlangsung penuh semangat pada Jumat (23/10/2026) pagi.
Secara harfiah, kata Mahrojan berasal dari bahasa Arab yang berarti festival atau pesta perayaan. Dalam tradisi kepanduan Muhammadiyah, Mahrojan Penghela merupakan festival perkemahan akbar sekaligus wahana kompetisi kreativitas, ketangkasan, dan kebersamaan antar-anggota Pandu HW tingkat SMA/SMK sederajat.
Para peserta akan bertanding dan mengasah keterampilan kepanduan di kawasan wisata Bukit Tangkeban, Kabupaten Pemalang. Agenda bergengsi tingkat provinsi ini berlangsung selama tiga hari hingga Ahad (25/10/2026).
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang yang membidangi LSBO, Drs. H. Jumadi, M.Pd., melepas secara langsung rombongan kontingen. Ia membakar semangat para kader agar tampil maksimal dan menjaga nama baik persyarikatan.
“Mari bersama membangun generasi yang disiplin, mandiri, berkarakter, dan berjiwa kepemimpinan melalui kepanduan Hizbul Wathan Kota Semarang,” ujar Jumadi saat memberikan arahan dan motivasi pelepasan.
Sinergi Peserta LKSA dan Sekolah Muhammadiyah Unggulan
Komposisi kontingen Kota Semarang kali ini memperlihatkan sinergi yang sangat solid antar-unit persyarikatan. Rombongan terdiri dari 12 peserta putra asal LKSA Putra Muhammadiyah Kota Semarang.
Sementara itu, kelompok putri diperkuat oleh 5 siswi terbaik SMK Muhammadiyah 1 Semarang dan 5 siswi SMA Muhammadiyah 1 Semarang. Seluruh peserta merupakan murid aktif tingkat Penghela yang telah melalui seleksi ketat.
Kwartir Daerah HW Kota Semarang memasang target tinggi dalam helatan tahunan ini. Tim pelatih membidik capaian prestasi pada setiap cabang kompetisi, mulai dari ketangkasan kepanduan hingga seni kreativitas.
Selanjutnya, keberangkatan ini bukan sekadar mengejar piala kemenangan belaka. Para kader memanfaatkan arena festival ini sebagai wadah silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar-pandu se-Jawa Tengah.
Mempraktekkan Kemandirian di Alam Terbuka Bukit Tangkeban
Lokasi festival di Bukit Tangkeban Pemalang memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta. Medan alam terbuka ini menuntut ketahanan fisik, kerja sama tim, serta adaptasi lingkungan yang tinggi.
Melalui ragam aktivitas kepanduan, para peserta ditempa untuk menjadi pribadi yang tangguh dan solutif. Nilai-nilai kedisiplinan Islam menjadi landasan utama selama berkegiatan di perkemahan.
Pengurus Kwarda HW Kota Semarang berharap kepulangan kontingen nantinya membawa kebanggaan besar bagi warga kota. Pengalaman di arena Mahrojan ini siap melahirkan kader HW yang siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Sinergi kuat antara pimpinan daerah, lembaga asuhan, dan sekolah ini makin mengukuhkan eksistensi Hizbul Wathan. Kota Semarang siap mengukir sejarah prestasi manis di bumi perkemahan Pemalang.