Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.
Tabligh 4 menit baca

Menyambut Ramadan 2026: Menata Hati, Raga, dan Pikiran

Dr. KH. Fachrur Rozi M.Ag

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dosen Fakultas Dakwah UIN Walisongo

Menyambut Ramadan 2026: Menata Hati, Raga, dan Pikiran
Persiapan menyambut Ramadan 2026 tidak hanya soal niat, tetapi juga perencanaan ibadah (ruhiyah) dan kesiapan fisik (jasadiyah) yang matang.

Ramadan sebentar lagi akan tiba. Getaran rindu akan hadirnya bulan suci mulai mewarnai hati orang-orang beriman. Namun, sering kali rindu itu tidak diikuti dengan kesiapan yang matang.

Kita menunggu datangnya bulan suci, tetapi kerap lupa melakukan persiapan menyambut Ramadan 2026 ini untuk benar-benar hadir di dalamnya.. Padahal, Ramadan bukan sekadar pergantian bulan. Ia adalah undangan ilahi untuk naik kelas dalam iman dan ketakwaan.

Allah ﷻ berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa Ramadan adalah proses, bukan tujuan akhir. Ketakwaan adalah buah, sementara puasa adalah jalannya. Agar buah itu matang, persiapan menjadi sebuah keniscayaan.

Para ulama menyebut persiapan ini mencakup tiga dimensi utama. Tiga dimensi tersebut adalah ruhiyah, jasadiyah, dan fikriyah.

Persiapan Ruhiyah: Membersihkan Hati

Persiapan paling utama adalah persiapan ruhiyah, yakni menata hati sebelum menata jadwal. Ramadan sejatinya adalah bulan ibadah hati sebelum ibadah fisik. Tanpa hati yang hidup, ibadah bisa kehilangan ruhnya.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menjelang Ramadan, hati perlu kita bersihkan. Inilah saatnya memperbanyak istighfar dan memperbaiki hubungan dengan Allah. Selain itu, selesaikanlah urusan dengan sesama manusia.

Ramadan adalah ladang amal, sedangkan hati adalah tanahnya. Jika tanahnya rusak, benih sebaik apa pun tak akan tumbuh. Maka, hati harus benar-benar siap dalam agenda persiapan menyambut Ramadan 2026 ini.

Persiapan Jasadiyah: Menyiapkan Raga

Selanjutnya, Islam adalah agama yang realistis. Ibadah membutuhkan kondisi raga yang mumpuni. Karena itu, persiapan jasadiyah tidak boleh kita abaikan.

Puasa, qiyamul lail, dan tilawah Al-Qur’an menuntut stamina dan kesehatan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim)

Menjelang Ramadan, menjaga pola makan dan tidur adalah bagian dari ibadah. Kita bisa mengurangi kebiasaan begadang yang sia-sia mulai sekarang. Selain itu, mulailah melatih puasa sunnah serta mengendalikan konsumsi berlebihan.

Latihan awal ini bertujuan agar tubuh tidak “kaget” saat Ramadan tiba. Persiapan jasadiyah juga berarti menata gaya hidup. Ramadan bukan bulan bermalas-malasan, tetapi bulan produktivitas yang terarah.

Sejarah mencatat banyak peristiwa besar Islam terjadi di bulan Ramadan. Hal ini menjadi tanda bahwa puasa tidak melemahkan, justru menguatkan fisik kita.

Persiapan Fikriyah: Menghidupkan Ilmu

Selain hati dan raga, pikiran juga perlu kita persiapkan. Persiapan fikriyah berarti memahami Ramadan dengan ilmu, bukan sekadar tradisi. Sayangnya, banyak orang berpuasa tanpa memahami hakikat puasanya.

Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa memiliki tingkatan. Ada puasa orang awam yang hanya menahan lapar dan dahaga. Ada pula puasa orang khusus yang menjaga anggota tubuh dari dosa.

Terakhir, ada puasa orang yang lebih khusus lagi, yakni membersihkan hati dari selain Allah. Maka, penting bagi seorang Muslim untuk mempelajari kembali ilmu tentang puasa. Kita perlu memahami adab Ramadan serta tujuan ibadah di dalamnya.

Dengan ilmu, Ramadan akan kita jalani dengan kesadaran penuh. Tanpa ilmu, ia hanya menjadi rutinitas tahunan belaka.

Penutup: Ramadan sebagai Titik Balik

Ramadan 1447 H akan segera hadir menyapa kita. Pertanyaannya, apakah kita siap menyambutnya? Menata hati, menyiapkan raga, dan membekali pikiran dengan ilmu adalah kuncinya.

Itulah bekal utama menyambut cahaya bulan suci. Mari sempurnakan persiapan menyambut Ramadan 2026 ini dengan berdoa sebagaimana doa para salaf:

“Allahumma ballighna Ramadan.” (Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadan).

Semoga kita tidak sekadar bertemu Ramadan, tetapi benar-benar hidup bersamanya. Semoga ia meninggalkan kita dalam keadaan lebih dekat kepada Allah dan lebih bersih hatinya. Aamiin.

Baca juga:

Jangan Sampai Menyesal! Ini Persiapan Menyambut Ramadan Agar Puasa Tak Sia-Sia

Siap Menyambut Bulan Ramadan? Cek Dulu Kualitas Salatmu

Editor: Agung S Bakti
Isi artikel adalah tanggung jawab kontributor sepenuhnya.
Bagikan: