Banyak orang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Agar terhindar dari kerugian itu, kita perlu mengecek kembali apa saja persiapan menyambut Ramadan yang wajib dimiliki. Para ulama telah merumuskan bekal penting yang tak boleh kita tinggalkan.
Bulan suci yang dinanti segera tiba. Bagi seorang Muslim, Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan belaka. Ia adalah madrasah agung untuk menempa diri kita.
Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah menetapkan tujuan utama puasa. Hal ini termaktub dalam firman-Nya berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Agar derajat takwa itu tercapai, kita tidak bisa memasukinya dengan persiapan seadanya. Keberhasilan memanen pahala menuntut kesungguhan hati sejak dini.
Oleh karena itu, fase persiapan menjadi sangat krusial. Lantas, langkah konkret apa yang harus kita lakukan? Berikut adalah tiga bekal utama untuk Anda.
1. Membekali Diri dengan Ilmu
Pertama, kita harus membekali diri dengan ilmu. Semangat beribadah saja tidak cukup tanpa pemahaman yang benar.
Bekal puasa Ramadan paling mendasar adalah ilmu syar’i. Kita perlu memahami fikih puasa agar ibadah kita sah dan diterima.
‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz pernah mengingatkan bahaya beramal tanpa ilmu. Beliau berkata:
مَنْ عَبَدَ اللهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Al-Amru bil Ma’ruf, hal. 15).
Ibnul Qayyim rahimahullah mengibaratkan orang yang beramal tanpa ilmu seperti pejalan kaki tanpa penunjuk jalan. Risiko tersesat jauh lebih besar daripada peluang selamatnya.
Senada dengan itu, Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan penegasan. Menurut beliau, tidak ada penuntun terbaik selain mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Jadi, luangkanlah waktu membaca atau bertanya pada ulama. Allah SWT berfirman:
فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
2. Membersihkan Hati dengan Taubat dan Istighfar
Kedua, bersihkan hati dengan taubat nasuha. Ibarat menyambut tamu agung, kita tentu akan membersihkan rumah dari segala kotoran.
Begitu pula hati kita. Ia harus bersih dari noda dosa sebelum Ramadan tiba. Allah SWT menyeru hamba-Nya untuk segera bertaubat:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nuur 31).
Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar As-Syinqity pernah memberi nasihat indah. Beliau menyebut amalan bulan Ramadan maupun amalan menyongsongnya yang terbaik adalah memperbanyak istighfar.
Mengapa demikian? Sebab dosa bisa menjadi penghalang taufik Allah. Dosa dapat memberatkan seseorang melakukan ketaatan.
Istighfar bukan hanya penghapus dosa, tetapi juga sumber kekuatan. Berikut adalah salah satu doa ampunan dari Rasulullah SAW:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى
“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupun sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan).” (HR. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719).
Kita juga bisa membaca doa yang lebih ringkas ini:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
“Ya Allah, Sesungguhnya engkau Maha pemaaf, mencintai kemaafan, maka ampunilah Aku.”
3. Memohon Kekuatan Melalui Doa
Ketiga, memohon kekuatan dari Allah. Kita adalah makhluk yang lemah tanpa pertolongan-Nya.
Kita tidak akan mampu melaksanakan puasa dengan maksimal jika Allah tidak memberikan kekuatan. Maka, doa menyambut Ramadan berisi permohonan kemudahan adalah bekal krusial.
Rasulullah SAW mengajarkan doa memohon kemudahan berikut ini:
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.” (HR. Ibnu Hibban).
Al-Hafidz Ibnu Rajab dalam Lathaif Al-Ma’arif juga mencatat sebuah riwayat. Para sahabat dan ulama terdahulu sering membaca doa ini jelang Ramadhan:
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, dan antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”
Terakhir, sempurnakanlah dengan doa melihat hilal. Bacalah doa ini saat tanda awal bulan muncul:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
“Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” (HR. Ahmad).
Mari kita optimalkan persiapan menyambut Ramadan tahun ini. Gunakan ketiga bekal di atas sebaik mungkin.
Semoga Allah menyampaikan usia kita pada bulan mulia tersebut. Semoga kita meraih iman yang kokoh dan fisik yang sehat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Baca juga:
Jangan Sampai Menyesal! Ini Persiapan Menyambut Ramadan Agar Puasa Tak Sia-Sia
Persiapan Menyambut Ramadan: Rahasia Doa dan Amalan Agar Puasa Berkualitas
Ramadan Sebentar Lagi, Rahasia Perkuat Iman Sejak Bulan Sya’ban
Siap Menyambut Bulan Ramadan? Cek Dulu Kualitas Salatmu
Persiapan Menyambut Ramadhan: Meraih Ampunan dan Keutamaan Bakti