Cari Konten

Live search akan muncul saat mengetik. Klik tombol Cari untuk melihat seluruh hasil pencarian.

Bakti pada Orang Tua, Cara Terbaik Mengetuk Pintu Surga di Bulan Suci

9 Maret 2026, 00:01 WIB 2 menit baca
Ilustrasi Uwais al-Qarni sedang menggendong ibunya yang lumpuh berjalan melintasi padang pasir menuju Ka'bah sebagai simbol bakti pada orang tua untuk meraih kesucian jiwa.
Visualisasi pengabdian luar biasa Uwais al-Qarni saat membopong sang ibu menempuh ribuan kilometer demi menunaikan ibadah haji, sebuah cerminan nyata makna Ramadan sejati.

NGALIYAN, muhammadiyahsemarangkota.org Jangan biarkan Ramadan berlalu hambar. Pahami makna Ramadan sejati dengan menjadikan bakti pada orang tua sebagai jembatan menuju kesucian jiwa. Pesan mendalam ini menggema dalam kultum tarawih di Masjid At-Taqwa Ngaliyan, Semarang pada Ahad (08/03/26).

Al Ustadz Rangin Azzam Musaddad, pengajar dari MBS Mijen, menekankan bahwa esensi bulan suci melampaui ritual fisik. Menurut pengajar tersebut, puasa bukan sekadar menahan haus dan lapar. Namun, momen ini merupakan peluang besar untuk membersihkan batin dari segala noda.

Mengetuk Pintu Surga dengan Ketulusan

Ustadz Rangin mengingatkan jamaah bahwa pintu surga tidak terbuka secara otomatis. Kita harus mengetuknya dengan tobat dan kesungguhan hati. Dalam hal ini, bakti pada orang tua berperan sebagai instrumen paling ampuh untuk meraih rida Allah.

“Pintu surga itu tidak terbuka sendiri karena rasa lapar. Kita harus mengetuknya dengan tobat dan kesucian hati,” tegas Ustadz Rangin di hadapan para jamaah yang khidmat. Ia memaparkan bahwa keberuntungan sejati hanya milik mereka yang konsisten menjaga kebersihan hati.

Belajar dari Legenda Langit: Uwais al-Qarni

Salah satu bukti nyata kekuatan kesucian jiwa ada pada sosok Uwais al-Qarni. Pemuda asal Yaman ini merupakan prototipe manusia yang tidak dikenal di bumi, namun namanya melegenda di langit. Meskipun hidup tanpa jabatan, Ia memiliki kemuliaan yang sangat tinggi di mata Sang Pencipta.

Kekuatan luar biasa sosok ini bersumber dari bakti pada orang tua yang tak tertandingi. Ia secara rutin menggendong anak lembu untuk melatih fisik setiap hari. Akhirnya, tenaga tangguh tersebut Ia gunakan untuk membopong sang ibu yang lumpuh menempuh ribuan kilometer padang pasir demi menunaikan ibadah haji.

Investasi Spiritual yang Abadi

Ketulusan Uwais al-Qarni memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Saat orang lain memanjatkan doa untuk urusan duniawi di depan Baitullah, permintaan tokoh ini hanya satu: ampunan bagi ibunya. Perilaku tersebut membuktikan bahwa bakti pada orang tua adalah paspor menuju kemuliaan yang hakiki.

Oleh karena itu, mari jadikan sisa Ramadan ini sebagai ajang evaluasi diri. Kita perlu menyadari bahwa kesucian jiwa adalah investasi yang tidak akan pernah tergerus oleh inflasi zaman. Pintu surga mungkin sedang menunggu Anda di rumah, tersimpan rapi dalam rida dan senyuman orang tua.

Baca juga :

Serunya Kegiatan Ramadhan Anak, Membangun Akidah Sejak Dini Melalui Pesantren Kilat

Amalan Jariyah Tak Terputus: Mencetak Anak Saleh Menjadi Tabungan Abadi

Kontributor: Gahthan
Editor: Adib Abyan Alb
Bagikan: